MOTOREXPERTZ.COM --- Yamaha dikabarkan telah mengonfirmasi secara resmi perekrutan Ai Ogura untuk memperkuat tim pabrikan selama dua musim mulai MotoGP 2027.
Pembalap asal Jepang itu akan berduet dengan Jorge Martin yang juga bergabung dari Aprilia Racing.
Kesempatan ini menjadi pencapaian besar bagi Ogura karena berhasil menembus tim pabrikan hanya pada musim ketiganya di kelas MotoGP.
Momen tersebut juga dinilai sangat strategis mengingat MotoGP akan memasuki regulasi baru mesin 850 cc, sehingga seluruh pabrikan memulai pengembangan motor dari titik yang hampir sama.
BACA JUGA: Wahana Honda Bukukan Penjualan Lebih dari 2.700 Unit di JFK 2026, Ini Model Terlarisnya
BACA JUGA:Ducati Desmo250 MX Meluncur: Motor Trail 250cc Berjiwa Balap, Fiturnya Bukan Kaleng-kaleng!
Lonjakan Karier dan Potensi Kenaikan Gaji
Sebelum mencapai level ini, Ai Ogura merupakan pembalap binaan Honda yang kemudian memilih berpisah dan sukses merebut gelar juara dunia Moto2 musim 2024 bersama tim yang menggunakan mesin KTM.
Dengan performa yang terus meningkat, termasuk kemenangan pada MotoGP Assen, peluang Ogura memperoleh kontrak bernilai jauh lebih besar dibandingkan saat membela Trackhouse Racing pun semakin terbuka.
Secara logika, ia mengisi kursi yang ditinggalkan Alex Rins setelah Yamaha memutuskan tidak memperpanjang kontraknya, sementara Jorge Martin datang untuk mengisi posisi Fabio Quartararo yang hijrah ke Honda.
Nilai Kontrak Diperkirakan Tembus Puluhan Miliar Rupiah
Mengacu pada laporan Motorsport.com, gaji Ai Ogura di Trackhouse Racing sebelumnya diperkirakan berada di kisaran 250.000-500.000 euro per musim atau sekitar Rp4,8 miliar hingga Rp9,6 miliar per tahun (kurs sekitar Rp19.200 per euro).
BACA JUGA:Desmo450 EDS, Motor Enduro Pertama Ducati yang Siap Diajak Siksa Jalur Trabasan
BACA JUGA:Honda Monkey Terbaru Kini Tampil Makin 'Skena' dengan Warna Baru, Harganya Bikin Kaget!
Jika Yamaha memberikan kontrak dengan nilai setara Alex Rins, maka Ogura berpotensi menerima bayaran sekitar 3-4 juta euro per musim atau setara sekitar Rp57,6 miliar hingga Rp76,8 miliar per tahun.
Nominal tersebut hanya mencakup gaji pokok dan belum termasuk bonus kemenangan, podium, maupun insentif lain yang biasanya diterima pembalap MotoGP.