MOTOREXPERTZ.COM --- Masih ada pemilik sepeda motor yang sengaja mengganti coolant atau air radiator dengan air keran karena menganggap hasilnya sama atau sekadar ingin menghemat biaya perawatan.
Ada pula yang iseng mengisi radiator menggunakan air biasa setelah melihat volume coolant berkurang. Padahal, langkah tersebut tidak disarankan untuk pemakaian normal karena air keran tidak memiliki kandungan yang dibutuhkan sistem pendingin mesin.
Air keran maupun air mineral hanya layak digunakan sebagai solusi sementara dalam kondisi darurat, misalnya saat coolant bocor di tengah perjalanan dan kamu belum menemukan bengkel atau cairan radiator pengganti.
Setelah situasi memungkinkan, cairan tersebut sebaiknya segera dikuras dan diganti menggunakan coolant agar sistem pendingin kembali bekerja secara optimal.
BACA JUGA:Muncul Rumor Ducati Bakal Dijual VW Group, Begini Tanggapan Bos Ducati
BACA JUGA:Simak Jadwal MotoGP Jerman 2026, Jorge Martin Kokoh di Puncak Klasemen
Apa yang Terjadi Jika Radiator Diisi Air Keran?
Menggunakan air keran dalam waktu lama dapat menimbulkan sejumlah risiko pada sistem pendingin karena mengandung mineral yang dapat memicu korosi dan endapan.
Dampaknya antara lain:
• Radiator lebih rentan berkarat.
• Water pump berpotensi mengalami kerusakan.
• Thermostat tidak bekerja optimal.
• Jalur sirkulasi coolant dapat tersumbat oleh endapan mineral.
• Suhu mesin lebih mudah meningkat saat digunakan.
Karat memang tidak langsung muncul dalam hitungan hari. Namun jika air keran terus digunakan sebagai pengganti coolant, risiko kerusakan pada sistem pendingin akan semakin besar seiring waktu.
BACA JUGA:KTM EXC 6DAYS 2027 Hadir dengan Livery Spesial dan Komponen Siap Balap