Mayoritas H-D mengandalkan drive belt untuk menyalurkan tenaga ke roda belakang. Memang lebih bersih dan minim perawatan dibanding rantai biasa, tapi bukan berarti bebas abai.
Intip secara detail apakah ada retakan, gigi belt yang rompal, atau kerikil yang terselip. Pastikan juga ketegangannya pas, jangan terlalu kendur atau terlalu tegang, dan sebaiknya diukur pakai alat khusus.
BACA JUGA:7 Motor Baru Harley Davidson Resmi Meluncur di Indonesia, Lini CVO Comeback!
6. Aki dan Kelistrikan
Punya moge tapi cuma dipajang di garasi? Hati-hati, aki malah rawan tekor! Selalu cek tegangan aki, kebersihan terminal, dan pastikan sakelar serta lampu-lampu berfungsi normal.
Kalau motor bakal ditinggal lama, sangat disarankan memasang battery maintainer atau charger otomatis agar kondisi setrum aki tetap terjaga.
7. Filter Udara dan Jalur Selang
Pasokan udara yang bersih bikin napas mesin makin plong dan bertenaga, jadi bersihkan atau ganti filter udara jika sudah kotor.
Selain itu, pantau juga jalur selang bensin, oli, dan rem. Kalau ada rembesan halus atau selang yang mulai pecah-pecah karena usia, segera ganti sebelum memicu mogok di jalan atau bahkan risiko kebakaran.
BACA JUGA:JLM Auto Bersiap Luncurkan Harley Davidson Baru di Indonesia? Ini Bocorannya
Sebagai catatan, tiap tipe Harley-Davidson punya karakter dan sistem pendinginan yang berbeda. Ada yang murni pakai pendingin udara (air-cooled), kombinasi udara-oli, hingga pendingin cairan (liquid-cooled). Jadi, kebutuhan perawatannya jelas enggak bisa disamaratakan. Selalu jadikan buku manual sebagai kitab suci panduan servis.
Terakhir, untuk urusan yang butuh akurasi tinggi, seperti pengencangan baut sesuai torsi (ingat, getaran mesin H-D rawan bikin baut kendor!) atau bongkar pasang komponen mesin, sangat direkomendasikan untuk menyerahkannya ke mekanik spesialis Harley-Davidson yang tepercaya.