MOTOREXPERTZ.COM --- Bagi para pemilik motor sport atau motor dengan sistem kopling manual, kampas kopling adalah salah satu komponen yang memiliki peran paling vital. Ia bertugas meneruskan tenaga dari mesin ke transmisi.
Namun, tak jarang kita menemui masalah kampas kopling yang cepat aus, selip, atau bahkan terbakar. Jika sudah begini, akselerasi motor akan terasa loyo, bensin jadi lebih boros, dan yang pasti kenyamanan berkendara akan berkurang drastis. Masalah ini sebenarnya bisa dihindari jika kalian mengetahui rahasia perawatannya.
Salah satu penyebab utama kampas kopling cepat aus adalah kebiasaan "menggantung kopling". Banyak pengendara yang secara tidak sadar sering menarik atau menekan sedikit tuas kopling saat motor sedang berjalan atau saat menunggu di lampu merah.
Kebiasaan ini membuat kampas kopling tidak menempel dengan sempurna pada pelat geseknya, sehingga terjadi gesekan terus-menerus yang menghasilkan panas berlebih.
BACA JUGA:Apa Itu Slipper Clutch? Fitur yang Mulai Banyak Dipakai Motor Sport
BACA JUGA:Punya Motor Sport Bukan Cuma Soal Gaya, Bagian Ini Wajib Dirawat Agar Performa Tetap Prima
Panas inilah yang memicu kampas kopling cepat gosong dan kehilangan daya cengkeramnya. Jadi, biasakan untuk selalu melepas tuas kopling sepenuhnya saat motor melaju, dan gunakan posisi netral saat berhenti lama.
Selain itu, gaya berkendara yang terlalu agresif juga menjadi musuh utama. Menarik gas secara mendadak atau melakukan shifting gigi yang kasar tanpa sinkronisasi yang tepat antara tuas kopling dan putaran gas akan memberikan beban kejut (shock load) yang besar pada kampas kopling.
Lakukan perpindahan gigi dengan halus dan pastikan putaran mesin sudah sesuai agar kampas kopling bekerja dengan beban yang ideal.
Penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi juga sering luput dari perhatian. Ingat, motor kopling basah membutuhkan oli dengan standar JASO MA.
BACA JUGA:Daimler Reitwagen, Motor Pertama di Dunia: Awal Mula Revolusi Transportasi Roda Dua
BACA JUGA:Motor Pertama di Indonesia: Hildebrand & Wolfmuller 1893
Oli jenis ini dirancang khusus dengan aditif yang mampu melumasi mesin namun tetap memberikan friksi yang cukup agar kopling tidak selip. Jangan pernah menggunakan oli matic (JASO MB) pada motor kopling manual, karena oli matic mengandung zat aditif friction modifier yang justru akan membuat kopling kalian selip parah.
Perhatikan juga setelan kabel kopling. Pastikan ada jarak main bebas (free play) pada tuas kopling yang cukup. Kabel kopling yang terlalu kencang akan membuat kopling selalu dalam posisi sedikit tertekan, yang mengakibatkan kampas kopling bekerja lebih keras dari yang seharusnya. Sebaliknya, setelan yang terlalu longgar akan membuat perpindahan gigi menjadi keras dan tidak nyaman.
Terakhir, lakukan servis rutin dan pembersihan area bak kopling jika diperlukan. Kotoran atau sisa-sisa logam dari gesekan komponen yang menumpuk di dalam bak kopling bisa mempercepat keausan.