Lebih Bagus Nitrogen atau Angin Biasa? Ketahui Perbedaannya agar Berkendara Makin Nyaman

Kamis 16-07-2026,05:00 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : T. Sucipto

Angin biasa dapat mengalami kenaikan tekanan hingga sekitar 3 psi.

Tekanan yang stabil membuat karakter ban tetap optimal.

Pengendalian motor juga terasa lebih nyaman ketika digunakan dalam berbagai kondisi jalan.

2. Tidak Mengandung Uap Air

Angin dari kompresor masih mengandung uap air.

Kandungan tersebut dapat berubah menjadi embun ketika suhu ban meningkat selama perjalanan.

Embun berpotensi memicu korosi pada bagian dalam pelek.

Kondisi tersebut juga dapat mempercepat kerusakan beberapa komponen logam.

Nitrogen memiliki karakteristik sangat kering sehingga tidak membawa uap air.

Hal tersebut membantu menjaga pelek tetap bersih dan mengurangi risiko karat.

BACA JUGA:Tips Memilih Ban Terbaik untuk Yamaha Aerox, Nyaman Dipakai Harian hingga Touring

3. Tekanan Ban Lebih Awet

Molekul nitrogen berukuran lebih besar dibandingkan molekul oksigen.

Karena itu, nitrogen lebih sulit keluar melalui pori-pori karet ban.

Tekanan ban dapat bertahan lebih lama sehingga frekuensi pengisian ulang menjadi lebih sedikit.

Kondisi tersebut menguntungkan pengendara dengan mobilitas tinggi.

Sebaliknya, angin biasa lebih cepat kehilangan tekanan.

Penyebabnya adalah molekul oksigen lebih mudah merembes keluar dari dinding ban.

4. Membantu Menjaga Umur Ban

Kategori :