Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menjelaskan bahwa materi yang diberikan tidak hanya membahas cara berkendara yang benar, tetapi menanamkan pola pikir bahwa keselamatan harus menjadi prioritas.
“Kami ingin siswa paham dan patuh pada aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai, serta tidak mengendarai sepeda motor sebelum memiliki SIM. Harapannya, budaya #Cari_Aman dapat tertanam sejak dini dan menjadi kebiasaan,” bebernya.
BACA JUGA:Juara Safety Riding Regional 2026 Siap Wakili Wahana Honda ke Tingkat Nasional
Riding Gear Bukan Cuma Biar Terlihat Keren
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai fungsi perlengkapan berkendara atau riding gear.
Perlengkapan yang disarankan meliputi helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu yang menutupi mata kaki.
Riding gear bukan sekadar pelengkap penampilan saat naik motor. Perlengkapan tersebut berfungsi memberikan perlindungan tambahan apabila pengendara mengalami benturan atau terjatuh.
Penggunaan helm juga harus diperhatikan. Helm wajib digunakan sesuai ukuran kepala dan tali pengikatnya harus terpasang dengan benar agar tidak mudah terlepas.
Keselamatan Jadi Bagian Pendidikan Karakter
Edukasi safety riding saat MPLS ini juga menjadi bentuk sinergi antara Dunia Usaha dan Dunia Industri atau DUDI dengan lingkungan sekolah.
Dalam pendidikan vokasi, kemampuan teknis memang penting. Namun, pembentukan karakter yang disiplin dan bertanggung jawab juga tidak kalah dibutuhkan.
Head of Technical Service Department PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, mengatakan program tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap keselamatan.
“Melalui kolaborasi SRP dan SHEP, kami ingin menghadirkan edukasi yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap keselamatan," ujarnya.
"Kami terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, termasuk melalui pendidikan keselamatan berkendara yang berkelanjutan demi wujudkan #Cari_Aman,” lanjutnya.
BACA JUGA:Wahana Makmur Sejati Umumkan Tiga Wakil Regional ke Astra Honda SDGs Future Leaders 2026
Jadi Pelopor #Cari_Aman di Lingkungan Sekitar
Setelah mengikuti edukasi ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami materi untuk diri sendiri. Mereka juga diharapkan bisa menjadi pelopor keselamatan berkendara di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Kebiasaan sederhana seperti memakai helm, menaati rambu lalu lintas, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, dan tidak membawa motor sebelum memiliki SIM bisa menjadi contoh positif bagi orang lain.