MOTOREXPERTZ.COM -- Membeli sepeda motor bukan cuma soal memilih model, warna, atau harga yang cocok. Konsumen juga ingin mendapat pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional sejak datang ke dealer hingga melakukan perawatan kendaraan.
Hal inilah yang terus diperkuat PT WahanaArtha Ritelindo (WARI) melalui jaringan dealer dan bengkel Honda yang berada di bawah pengelolaannya.
Komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan melalui keikutsertaan Branch Head Wahana Condet, Hendra Aprilian, dalam Kontes Layanan Honda Nasional atau KLHN 2026.
Hendra mewakili jaringan Dealer Honda area Jakarta dan Tangerang pada kategori Pimpinan Jaringan Dealer Reguler dalam kompetisi yang berlangsung pada 13–16 Juli 2026.
Keikutsertaan tersebut menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas layanan tidak hanya dilakukan di tingkat operasional, tetapi juga dimulai dari kemampuan pimpinan dalam mengelola tim dan kebutuhan konsumen.
Bukan Sekadar Kompetisi
Kontes Layanan Honda Nasional menjadi salah satu ajang untuk menguji kompetensi insan jaringan Honda dalam memberikan pelayanan kepada konsumen.
Bagi Wahana Condet, tampil dalam kompetisi tingkat nasional bukan hanya soal mengejar gelar atau penghargaan.
Ajang tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengukur sejauh mana standar pelayanan, kemampuan kepemimpinan, dan budaya kerja telah diterapkan secara konsisten.
Keberhasilan Wahana Condet mewakili jaringan Dealer Honda Jakarta-Tangerang turut mencerminkan upaya WARI dalam membangun sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi perubahan.
“Keikutsertaan dalam KLHN merupakan representasi dari semangat seluruh tim Wahana Condet dalam memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen," ucap Branch Head Wahana Condet, Hendra Aprilian.
"Pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas layanan di setiap kesempatan,” lanjutnya.
Kepuasan Konsumen Jadi Fokus Utama
Dalam menjalankan operasional sehari-hari, Wahana Condet konsisten menerapkan standard operating procedure atau SOP yang berorientasi pada kepuasan konsumen.
SOP tersebut menjadi acuan bagi seluruh karyawan dalam memberikan layanan, baik di bagian penjualan maupun bengkel.
Tak berhenti sampai di situ, pengembangan kemampuan karyawan juga terus dilakukan secara berkala.
Langkah tersebut dibarengi dengan penguatan kepemimpinan serta pembentukan budaya kerja yang lebih terbuka terhadap evaluasi dan perubahan.