HAN 2026, AHM Ajak Ribuan Anak Belajar Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Usia Dini

Sabtu 25-07-2026,10:33 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

Penggunaan helm juga menjadi salah satu materi utama. Kolaborasi antara instruktur safety riding Honda dan Kepolisian Republik Indonesia memberikan pemahaman bahwa helm wajib digunakan setiap kali naik sepeda motor, termasuk saat melakukan perjalanan jarak dekat.

Harapannya, anak-anak dapat membangun kebiasaan menggunakan helm sekaligus berani mengingatkan orang tua atau anggota keluarga yang masih mengabaikan perlengkapan keselamatan.

BACA JUGA:Ratusan Teknisi dan Service Advisor Honda Adu Skill di AHM Technical Skill Contest 2026 Regional Jakarta - Tangerang, Ini Daftar Pemenangnya!

Permainan Bikin Materi Lebih Gampang Dipahami

Guru pendamping dari TK Tisa Islamic School, Diyana Mayasari, S.Pd.I, menilai metode pembelajaran interaktif membuat anak-anak lebih mudah menerima materi.

Menurutnya, kombinasi antara permainan dan simulasi mampu menjaga antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.

"Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka belajar sambil bermain sehingga lebih mudah memahami cara menyeberang, mengenal rambu lalu lintas, hingga pentingnya memakai helm saat naik sepeda motor," ujar Diyana.

Ia berharap kebiasaan baik yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti di lokasi acara, tetapi terus diterapkan saat anak berada di rumah maupun menjalani aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA:Siapkan Mekanik Muda Siap Kerja, AHM Resmikan Pos AHASS TEFA di SMK Muhammadiyah 3 Weleri

Hampir Setengah Juta Orang Sudah Diedukasi

Sepanjang semester pertama 2026, AHM bersama jaringan sepeda motor Honda tercatat telah memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada 486.739 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 10.341 peserta usia prasekolah, 146.173 peserta usia sekolah, 150.307 pekerja, dan 179.918 masyarakat umum.

General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, mengatakan budaya keselamatan tidak seharusnya baru diperkenalkan setelah seseorang menjadi pengendara.

Nilai-nilai keselamatan perlu ditanamkan sejak dini agar tumbuh menjadi karakter yang terus melekat hingga dewasa.

“Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan bahwa setiap anak berhak tumbuh, belajar, dan beraktivitas dengan aman,” kata Andy.

Menurut dia, edukasi sejak usia dini bukan hanya bertujuan menciptakan pengguna jalan yang lebih tertib. Program tersebut juga menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang peduli terhadap keselamatan dirinya sendiri dan orang lain.

Kategori :