MOTOREXPERTZ.COM -- Diva Ismayana kembali melanjutkan perjuangannya di ajang balap garuk tanah Cleosa Series Championship 2026 Round 3 yang berlangsung di Sirkuit Akarmas, Wonosobo, Jawa Tengah.
Meski kondisi bahunya belum pulih sepenuhnya setelah mengalami cedera di Kejurnas Motocross 2026 Round 5 Pasuruan, pembalap Ducati MX Team Indonesia tersebut tetap tampil kompetitif.
Diva bahkan mampu merebut pole position pada sesi kualifikasi kelas MX Open. Namun, perjalanan di Race 1 tidak berjalan mulus karena ia sempat mengalami kendala teknis dan terjebak di tengah rombongan pembalap.
Cetak Waktu Tercepat di Kualifikasi
Pada sesi Time Practice atau kualifikasi, Diva mencatatkan waktu terbaik 1 menit 24,119 detik. Catatan tersebut membuatnya berhak memulai balapan dari posisi terdepan.
Diva sempat membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan karakter Sirkuit Akarmas. Ia baru menemukan racing line paling efektif pada menit-menit terakhir sesi.
"Saya cukup senang bisa menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi, apalagi kondisi bahu saya masih belum pulih 100 persen setelah operasi. Di awal saya masih mencari racing line yang paling efektif karena karakter sirkuit ini cukup berbeda. Baru di menit-menit terakhir saya mulai menemukan ritme dan akhirnya bisa mencatatkan waktu terbaik," kata Diva.
Sementara itu, rekan satu timnya, Hilman Maksum, menempati posisi ke-11 dengan waktu 1 menit 27,563 detik. Hilman mengaku masih kesulitan menemukan jalur tercepat yang konsisten.
BACA JUGA:Ducati MX Team Indonesia Amankan Double Podium di Kejurnas Motocross 2026 Pasuruan
Terjebak di Tikungan Kedua
Diva dan Hilman sebenarnya melakukan start Race 1 dengan cukup baik. Sayangnya, Diva mengalami masalah teknis selepas tikungan pertama.
Situasi makin rumit ketika seluruh pembalap memasuki tikungan kedua. Padatnya rombongan membuat Diva dan Hilman kehilangan banyak posisi hingga terlempar ke grup tengah.
Race 1 kelas MX Open memang berlangsung ramai karena kategori MX1 dan MX2 digabung dalam satu balapan. Total ada 24 pembalap yang mengisi penuh grid.
Kondisi lintasan yang lembap juga membuat persaingan semakin menantang. Permukaan tanah menjadi licin sehingga pembalap harus lebih halus saat membuka gas dan melakukan pengereman.
Motor kelas MX1 yang punya tenaga besar juga tidak mudah dikendalikan dalam kondisi tersebut. Salah sedikit memutar gas, ban belakang bisa langsung kehilangan traksi.
Crosser Ducati MX Team Indonesia, Diva Ismayana--Ducati MX Team Indonesia
BACA JUGA:Ducati Desmo250 MX Meluncur: Motor Trail 250cc Berjiwa Balap, Fiturnya Bukan Kaleng-kaleng!