Suzuki Skywave Bekas Mulai Dilirik Lagi, Skutik Bongsor Lawas Ini Ternyata Punya Banyak Keunggulan

Minggu 26-07-2026,13:11 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

MOTOREXPERTZ.COM -- Jauh sebelum tren motor matik meledak seperti sekarang, Suzuki Skywave 125 pernah mengisi jalanan Indonesia. Meski statusnya sudah jadi motor lawas, belakangan skutik bongsor ini justru makin ramai diburu pencinta motor bekas.

Bukan tanpa alasan, Bradsis. Suzuki Skywave punya desain unik yang beda dari matik pada masanya. Bodinya padat, posisi berkendara nyaman, plus kaki-kakinya bikin tampilan makin berisi. Cocok banget buat Bradsis yang cari motor harian tampil beda dan nggak pasaran. 

Desain Bongsor, Nggak Ketinggalan Zaman

Salah satu nilai jual utama Suzuki Skywave jelas ada di tampilannya. Bodinya gambot dengan lekukan membulat tapi tetap terkesan sporty. Lampu depan lebarnya bikin bagian muka kelihatan kekar, sementara bodi belakangnya padat berisi.

Didesain era 2000-an, bentuk Skywave terbukti timeless alias nggak makan zaman. Kalau Bradsis bosan sama bentuk matik kecil zaman sekarang yang seragam, Skywave bisa jadi opsi segar. Cukup poles bodi dan rapiin kaki-kaki, tampilannya langsung makin ganteng.

BACA JUGA:Diva Ismayana Rebut Pole Position Cleosa Series Championship 2026 Round 3 di Wonosobo

Mesin 125 cc Pas Buat Harian

Sektor dapur pacu dibekali mesin 125 cc berpadu transmisi CVT. Tenaganya memang nggak bisa disandingkan sama matik 150–160 cc modern, tapi untuk penggunaan harian jelas masih sangat mumpuni.

Karakter mesinnya halus dan asyik diajak cruising santai, pas banget buat komuter ke kampus, kantor, atau sekadar keliling kota.

Tapi ingat, Bradsis. Karena usianya rata-rata sudah belasan tahun, cek kondisi mesin wajib hukumnya. Jangan cuma tergiur bodi mulus. Pastikan mesin nggak bersuara kasar, bebas asap ngebul, dan area CVT nggak gregel alias bergetar saat mulai jalan.

Pelek Ring 16 dan Dual Shock

Keunggulan lain yang bikin Skywave beda adalah ukuran rodanya. Saat matik lain ramai pakai ring 14, Skywave pede dibekali pelek ring 16. Efeknya, motor kelihatan lebih proporsional sekaligus stabil saat libas jalanan bergelombang atau jalan berlubang.

Nggak cuma itu, suspensi belakangnya sudah double shock. Ditambah joknya yang lebar dan empuk, boncengan atau bawa barang banyak terasa tetap mantap dan nyaman. 

BACA JUGA:Hasil Race 1 Mandalika Racing Series 2026 Putaran 3: Persaingan Sengit dan Beda Tipis di Tiap Kelas

Bagasi Luas dan Ergonomi Nyaman

Soal kepraktisan, bodi bongsornya memberi nilai plus di sektor bagasi. Ruang di bawah joknya tergolong luas untuk ukuran motor tua, cukup banget buat nyimpen jas hujan, sarung tangan, hingga tool kit.

Posisi setang yang rileks serta ruang pijakan kaki yang lega bikin pengendara nggak cepat lelah saat ketemu kemacetan jalanan kota.

Harga Bekas dan Ketersediaan Spare Part

Di pasar motor bekas, harga Suzuki Skywave sangat bervariasi tergantung kondisi, tingkat orisinalitas, dan kelengkapan surat-surat. Kuncinya, jangan gampang tergiur harga murah tapi bahan, Bradsis! Biaya bangun dan restorasinya bisa-bisa malah bikin kantong jebol.

Soal suku cadang, fast-moving seperti kampas rem, busi, oli, atau komponen CVT standar masih cukup gampang dicari. Namun, untuk body part, lampu-lampu, atau aksesori orisinal, Bradsis harus sedikit rajin berburu di komunitas, bengkel spesialis Suzuki, atau marketplace.

Kategori :