MOTOREXPERTZ.COM --- Harus diakui jika rantai bisa dibilang merupakan salah satu komponen penting pada motor bertransmisi manual.
Fungsinya adalah menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang sehingga motor dapat bergerak dengan optimal. Karena bekerja terus-menerus dan menerima beban yang cukup besar, rantai akan mengalami keausan seiring waktu.
Salah satu gejala yang paling sering ditemui adalah rantai yang cepat kendur. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat memengaruhi kenyamanan, performa, hingga keselamatan berkendara.
Banyak pemilik motor bertanya-tanya mengapa rantai motornya cepat kendur, padahal baru saja disetel. Ternyata ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kondisi tersebut, mulai dari kebiasaan berkendara hingga kurangnya perawatan.
BACA JUGA:Tips Merawat Rantai Motor Biar Awet dan Gak Berisik
BACA JUGA:Tips Merawat Rantai Motor Biar Awet dan Gak Berisik
Penyebab pertama adalah pemakaian yang normal. Setiap kali motor digunakan, rantai akan mengalami tarikan dari mesin dan putaran sproket.
Lama-kelamaan, pin dan roller pada rantai akan mengalami keausan sehingga panjang rantai sedikit bertambah. Inilah yang membuat rantai terasa lebih kendur dibanding sebelumnya.
Faktor berikutnya adalah kurangnya pelumasan. Rantai membutuhkan pelumas agar gesekan antar komponennya tetap rendah. Jika rantai dibiarkan kering, gesekan akan meningkat sehingga keausan terjadi lebih cepat. Akibatnya, rantai menjadi lebih cepat memanjang dan sering membutuhkan penyetelan ulang.
Kotoran yang menempel pada rantai juga menjadi penyebab yang sering diabaikan. Debu, pasir, lumpur, hingga sisa air hujan dapat bercampur dengan pelumas dan membentuk kerak. Kotoran tersebut mempercepat keausan pada rantai maupun sproket karena bekerja seperti amplas saat motor digunakan.
BACA JUGA:Rem Motor Kurang Pakem? Cek Dulu 5 Komponen Ini
BACA JUGA:10 Komponen Ini Wajib Kalian Perhatikan Agar Motor Tetap Awet Terjaga
Cara berkendara juga sangat memengaruhi usia rantai. Pengendara yang sering melakukan akselerasi mendadak, memainkan kopling secara kasar, atau membawa beban berlebih akan membuat rantai menerima tarikan yang lebih besar. Dalam jangka panjang, kondisi ini mempercepat proses pemanjangan rantai.
Selain rantai, kondisi sproket depan dan belakang juga harus diperhatikan. Jika gigi sproket sudah mulai aus atau runcing, rantai tidak lagi mencengkeram dengan sempurna.
Hal ini membuat rantai bekerja lebih berat dan mempercepat keausan. Oleh karena itu, rantai dan sproket sebaiknya diperiksa secara bersamaan saat melakukan servis.