JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM -- Busi merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor yang berfungsi menghasilkan percikan api di ruang bakar.
Tanpa percikan tersebut, proses pembakaran tidak akan berlangsung sehingga mesin sulit atau bahkan tidak dapat menyala.
Seperti komponen lainnya, busi memiliki usia pakai yang terbatas dan perlu diganti secara berkala.
Namun, kondisi berbeda terjadi ketika busi baru justru cepat mengalami kerusakan dalam waktu singkat.
Jika busi baru bermasalah setelah beberapa minggu atau beberapa ribu km penggunaan, penyebabnya biasanya bukan berasal dari busi itu sendiri.
Kondisi tersebut sering menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pembakaran atau komponen mesin lainnya.
BACA JUGA:Nicolo Bulega Tinggalkan WorldSBK, Siapa Penggantinya di Aruba.it Racing Ducati?
Bedakan Umur Pakai Normal dan Busi Cepat Mati
Sebelum mencari penyebabnya, pemilik motor perlu memahami perbedaan antara usia pakai normal dan kerusakan yang terjadi lebih cepat.
Busi standar umumnya mampu digunakan hingga belasan ribu km sesuai kondisi pemakaian dan perawatan kendaraan.
Apabila busi rusak jauh sebelum mencapai masa pakainya, pengendara perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Gejalanya biasanya meliputi mesin sulit dihidupkan, tarikan terasa brebet, tenaga berkurang, hingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Campuran Bahan Bakar Tidak Seimbang
Salah satu penyebab paling sering ditemukan adalah campuran udara dan bahan bakar yang tidak seimbang.
Campuran terlalu kaya menghasilkan pembakaran kurang sempurna sehingga kerak cepat menumpuk pada elektroda busi.
Sebaliknya, campuran yang terlalu miskin membuat suhu kerja busi meningkat lebih tinggi dari kondisi normal.
Akibatnya, komponen tersebut lebih cepat mengalami keausan dan kehilangan performa.