Jika kalian mencari sensasi berkendara yang lebih sporty dan responsif, Aerox adalah jawabannya.
Bobot Isi: 122 – 125 kg (lebih ringan dari NMax).
Karakter: Fokus karakternya adalah Aggressive, Punchy, & Snappy.
Sensasi Berkendara: Tenaga yang disalurkan dari CVT terasa jauh lebih cepat. Sentakan awal saat motor beranjak dari posisi berhenti jauh lebih meledak-ledak (punchy) dibanding NMax. Transisi saat VVA menyala juga terasa lebih tegas dan agresif. Ditambah power-to-weight ratio yang lebih baik, Aerox sangat cepat mencapai kecepatan menengah ke atas.
BACA JUGA:Perbandingan Motor Matic 125cc Terbaik Tahun Ini: Vario, Lexi, atau Freego?
3. Yamaha Lexi 155: Si Enteng yang Gesit di Kemacetan Kota
Menempati posisi sebagai anggota paling ringkas di keluarga Maxi 155cc, Lexi menawarkan kejutan performa yang luar biasa di perkotaan.
Bobot Isi: 116 – 118 kg (paling ringan di kelasnya).
Karakter: Fokus karakternya mirip Aerox yang agresif, namun dengan keunggulan bodi yang lebih compact.
BACA JUGA:Dari Alat Musik ke Raungan Mesin: Sejarah Yamaha Menciptakan Motor dan Menaklukkan Dunia Kecepatan
BACA JUGA:Mengenal Teknologi YECVT pada Motor Yamaha Terbaru
Sensasi Berkendara: Luar biasa responsif! Berkat bobot yang paling ringan, gabungan torsi mesin 155cc menghasilkan power-to-weight ratio terbaik di klan Maxi.
Tarikan awalnya terasa sangat enteng, bahkan sensasi jambakannya bisa terasa lebih liar dibanding Aerox saat melibas rute stop-and-go di tengah kemacetan kota yang padat.
----
Ketiga skutik Maxi 155cc ini membuktikan bahwa basis mesin yang sama bisa disetel menjadi karakter yang benar-benar berbeda. Kalau kalian mengutamakan kenyamanan cruising yang stabil, NMax adalah rajanya.