Menurutnya, memasuki era baru MotoGP membutuhkan fondasi teknis yang kuat sejak awal.
Ia juga menilai Ducati mampu mempertahankan kualitas pengembangan seperti beberapa musim terakhir.
BACA JUGA:Sambangi GIIAS 2026, Menkeu Purbaya Tegaskan Komitmen Dukung Industri Otomotif Nasional
Nieto menambahkan secara tidak langsung bahwa Ducati masih bekerja sangat baik dalam mengembangkan motor generasi baru.
Ia berharap performa tersebut dapat dipertahankan hingga regulasi baru mulai diterapkan.
Baginya, konsistensi pengembangan menjadi faktor penting untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Optimisme tersebut menjadi modal besar bagi VR46 menghadapi musim 2027.
Sementara itu, Fabio Di Giannantonio memulai paruh kedua musim sebagai salah satu kandidat perebut gelar juara dunia.
Selisih poin yang tipis membuat persaingan semakin terbuka di papan atas klasemen.
Nieto menyampaikan secara tidak langsung bahwa peluang timnya masih sangat besar.
Ia menegaskan fokus utama tetap menjalani setiap balapan secara maksimal hingga akhir musim.
BACA JUGA:Yamaha Racing Indonesia Optimis Raih Hasil Maksimal di ARRC Mandalika 2026
Di Giannantonio juga melakukan perubahan pada motor saat FP1 MotoGP Inggris di Silverstone.
Pembalap Italia tersebut kembali menggunakan paket aerodinamika lama setelah mengalami dua kecelakaan menggunakan fairing baru di Sachsenring.
Tim menilai konfigurasi sebelumnya masih memberikan rasa percaya diri yang lebih baik.
Keputusan itu diambil berdasarkan evaluasi performa bersama pembalap.