DKW NZ 350-1, Motor Militer Jerman Era Perang Dunia II Ditemukan di Sungai Danube! Begini Wujudnya

Sabtu 08-08-2026,16:38 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

Penggunaan besi cor ini bukan tanpa alasan. Pada masa perang, material seperti aluminium mengalami kelangkaan sehingga produsen harus mencari alternatif yang lebih mudah diperoleh.

Tenaganya berada di kisaran angka 11 dk dan disalurkan melalui transmisi manual empat percepatan.

Untuk ukuran motor militer pada zamannya, spesifikasi tersebut memang terlihat sederhana. Namun, fokus utama kendaraan seperti ini bukan sekadar performa, melainkan kemampuan untuk digunakan di berbagai kondisi medan dan menunjang mobilitas pasukan.

BACA JUGA:Franco Morbidelli Buka Suara soal Rumor Gabung Aruba.it Ducati

Diduga Terbuang Setelah Pertempuran

Salah satu hal paling menarik dari penemuan ini adalah bagaimana DKW NZ 350-1 bisa berakhir di Sungai Danube.

Lokasinya berada di Budapest, wilayah yang menjadi salah satu medan pertempuran sengit menjelang berakhirnya Perang Dunia II.

Dengan ditemukannya berbagai amunisi dan perlengkapan militer di sekitar motor, ada dugaan kuat kendaraan tersebut sengaja dibuang bersama perlengkapan perang lainnya setelah pertempuran.

Pada kondisi perang yang semakin terdesak, berbagai peralatan militer yang masih bisa digunakan berpotensi jatuh ke tangan lawan. Karena itu, sejumlah perlengkapan akhirnya ditinggalkan atau dibuang. 

Bakal Direstorasi dan Disimpan di Museum

Setelah berhasil dievakuasi dari dasar Sungai Danube, DKW NZ 350-1 kemudian dibawa ke Museum dan Lembaga Sejarah Militer. Motor tersebut rencananya akan direstorasi.

Proses ini tentunya tidak sederhana. Setelah puluhan tahun berada di lingkungan berlumpur dan terendam, setiap bagian motor harus ditangani secara hati-hati agar tidak merusak material asli yang masih tersisa.

Selain sepeda motor, sejumlah artefak lain dari lokasi penemuan juga diamankan untuk kepentingan penelitian dan pelestarian sejarah.

Sementara itu, amunisi yang masih aktif ditangani oleh tim penjinak bom agar tidak membahayakan proses penggalian maupun masyarakat sekitar.

Kategori :