Mandalika Mulai Berbenah Jelang MotoGP 2026, Marshal dan Tim Medis Jadi Garda Terdepan

Selasa 11-08-2026,08:00 WIB
Reporter : Prasuda Mega
Editor : T. Sucipto

Chief Medical Officer Pertamina Mandalika International Circuit, Eko Widya Nugroho, menjelaskan, “Motosport Emergency Academy dirancang untuk membekali tenaga kesehatan dengan kompetensi khusus dalam menangani kondisi darurat di arena balap. Berbeda dengan penanganan medis di rumah sakit pada umumnya, tenaga medis di lintasan harus mampu memberikan respon cepat terhadap berbagai potensi kecelakaan pada tingkat tinggi yang membutuhkan koordinasi erat dengan marshal, Race Control, hingga tim kerja.”

BACA JUGA: Kendaraan Masa Depan Mesti Pintar Kenali Risiko, Gaikindo dan Bosch Pamerkan Fitur Keselamatan Canggih di GIIAS 2026

Diikuti 67 Tenaga Medis

Program tersebut menjadi salah satu kualifikasi bagi tenaga medis yang ingin bertugas dalam berbagai ajang balap nasional maupun internasional di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, termasuk Pertamina Grand Prix Indonesia. 

“Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan Motosport Emergency Academy yang keempat. Antusiasme peserta terus meningkat dengan diikutinya pelatihan oleh 67 tenaga medis, termasuk 22 peserta yang berasal dari luar Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan upaya untuk memperluas cakupan pelatihan, sehingga tidak hanya menjadi program pengembangan kapasitas di tingkat daerah, tetapi berkembang menjadi pusat peningkatan kekuatan medis motorsport nasional”, Eko Widya Nugroho.

Dengan kemampuan marshal dan tenaga medis tersebut, penyelenggara berharap kesiapan operasional Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika semakin matang.

ARRC menjadi salah satu momentum penting untuk menerangi sistem keselamatan dan koordinasi lapangan sebelum gelaran Pertamina Grand Prix Indonesia 2026 berlangsung pada Oktober mendatang.

Kategori :