MOTOREXPERTZ.COM --- V-belt merupakan salah satu komponen penting pada sistem transmisi Continuously Variable Transmission (CVT) motor matic.
Komponen berbentuk sabuk karet ini bertugas meneruskan tenaga dari mesin menuju roda belakang melalui puli primer dan puli sekunder.
Karena terus bekerja setiap kali motor digunakan, v-belt lama-kelamaan bisa mengalami keausan. Jika kondisinya sudah buruk tetapi tetap dipaksakan, performa motor bisa menurun dan risiko v-belt putus di jalan menjadi lebih besar. Lantas, kapan sebenarnya v-belt motor matic harus diganti?
Umumnya Diganti Berdasarkan Jarak Tempuh
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua motor matic karena usia pakai v-belt dipengaruhi oleh model motor, kondisi jalan, gaya berkendara, beban, hingga pola perawatan.
BACA JUGA:Apa Fungsi Koil Pengapian pada Motor? Komponen Kecil yang Sangat Menentukan Performa Mesin
BACA JUGA:Fakta Injektor Motor Terungkap: Komponen Presisi yang Menentukan Tenaga dan Efisiensi Mesin
Namun, secara umum v-belt mulai perlu mendapatkan perhatian ketika motor sudah menempuh puluhan ribu kilometer. Banyak pemilik motor melakukan pemeriksaan secara berkala setiap servis CVT dan mengganti v-belt sesuai rekomendasi pabrikan.
Jadi, jangan hanya menunggu sampai v-belt putus. Pemeriksaan kondisi fisik jauh lebih penting daripada sekadar mengandalkan angka kilometer.
Muncul Retakan pada V-Belt
Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah munculnya retakan pada permukaan v-belt. Retakan kecil mungkin belum langsung membuat motor bermasalah, tetapi bisa menjadi tanda bahwa material karet mulai mengalami penurunan kualitas.
Jika retakan sudah terlihat jelas, terutama pada bagian dalam atau sisi v-belt, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan dan pertimbangkan penggantian.
BACA JUGA:Ngeri di Tengah Jalan! Ini yang Terjadi Jika Tali V-Belt Motor Tiba-Tiba Putus Saat Berkendara
BACA JUGA:10 Komponen Ini Wajib Kalian Perhatikan Agar Motor Tetap Awet Terjaga
Tarikan Motor Mulai Berubah