Dua podium ini sekaligus menjadi bukti bahwa kemampuan safety riding tidak hanya soal teori. Peserta dituntut punya teknik berkendara yang matang, konsentrasi tinggi, serta mampu mengambil keputusan secara tepat di berbagai kondisi.
“Pelaksanaan AHSRIC 17th merupakan upaya Honda terus meningkatkan kompetensi instruktur safety riding. Bukan sekadar kompetisi, melainkan para kontestan adalah agen perubahan dalam wujudkan budaya keselamatan berkendara #Cari_Aman," ujar Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto.
"Kami berharap dari kompetisi ini terus lahir talenta instruktur yang mampu secara berkelanjutan mengkampanyekan budaya selamat dan aman dalam berkendara,” lanjutnya.
BACA JUGA:Honda Track Day 2026, WMS Ajak Komunitas Vario 160 Jakarta - Tangerang Jajal Sirkuit Mandalika
Berawal dari Seleksi Regional yang Ketat
Prestasi dua wakil WMS di tingkat nasional tidak datang secara instan. Sebelumnya, WMS lebih dulu menggelar proses seleksi regional dengan persaingan yang cukup ketat.
Sebanyak 60 peserta tercatat mengikuti proses pendaftaran. Setelah melewati tahap verifikasi dan penyaringan, jumlah tersebut mengerucut menjadi 38 peserta yang dinyatakan siap bertanding.
Peserta yang lolos terdiri dari 19 peserta Dealer dan 19 peserta Community. Tahapan seleksi kemudian dilanjutkan dengan pengujian teori dan praktik. Pada sesi teori, peserta harus menjawab 50 soal dalam waktu hanya 30 menit.
Sementara pada sesi praktik, kemampuan peserta diuji melalui sejumlah materi seperti braking, balancing, dan slalom course.
Untuk materi balancing, peserta harus melewati tantangan Narrow Plank dan Low Speed Balance. Dua materi ini membutuhkan kontrol motor yang presisi sekaligus keseimbangan yang konsisten.
Sementara pada Slalom Course, peserta dituntut mampu melakukan manuver dengan cepat dan tepat. Konsentrasi juga menjadi faktor penting karena kesalahan kecil bisa memengaruhi hasil akhir.
Menariknya, tingkat kesulitan seleksi regional WMS tahun ini juga ditingkatkan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Hal tersebut dilakukan agar kemampuan peserta dapat diuji secara lebih menyeluruh, mulai dari teknik berkendara, handling, keseimbangan, hingga konsistensi ketika menyelesaikan setiap tantangan.
BACA JUGA:WMS Resmi Hadirkan New Honda Vario Evo 160, Segini Banderolnya
Dari proses inilah Resty Purbaningrum dan Muhammad Alfan Davinda kemudian berhasil melangkah ke kompetisi nasional dan membawa nama WMS ke podium.
Bagi WMS, keberhasilan dua wakilnya meraih podium menjadi hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Selamat kepada Resty Purbaningrum dan Muhammad Alfan Davinda yang telah berhasil membawa nama WMS meraih prestasi pada AHSRIC 2026. Pencapaian ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti dari proses pembinaan kompetensi yang dilakukan secara konsisten. Semoga prestasi ini semakin memotivasi seluruh tim untuk terus meningkatkan kemampuan dan menghadirkan edukasi #Cari_Aman yang berkualitas bagi masyarakat,” tutup Benedictus.