MOTOREXPERTZ.COM -- Suara gredek saat motor matik mulai berjalan atau bunyi berdecit ketika berakselerasi mungkin terdengar seperti gangguan kecil. Namun, jangan buru-buru menganggapnya sepele, Bradsis.
Munculnya suara aneh tersebut bisa menjadi tanda ada masalah di bagian Continuously Variable Transmission alias CVT. Kalau terus dibiarkan, bukan cuma kenyamanan berkendara yang terganggu, performa motor juga bisa ikut menurun.
CVT sendiri merupakan bagian penting pada motor matik yang bertugas menyalurkan tenaga mesin menuju roda belakang. Sistem ini bekerja otomatis mengatur rasio putaran mesin agar motor bisa melaju tanpa perlu perpindahan gigi seperti transmisi manual.
Kenapa Motor Matik Bisa Gredek?
Menurut Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Wahyu Budhi, bunyi gredek umumnya berkaitan dengan proses kerja kampas ganda dan mangkok kopling.
“Saat motor mulai berjalan, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang. Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek," kata Wahyu Budhi.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, lanjut dia, keausan komponen CVT lainnya juga bisa menjadi lebih cepat.
BACA JUGA:Bersaing Ketat dengan Ratusan Peserta, Dua Wakil WMS Berhasil Naik Podium AHSRIC 2026
Ini Penyebab CVT Motor Matik Bunyi Decit
Selain gredek, suara berdecit juga perlu diperhatikan. Ada beberapa penyebab yang umum terjadi, di antaranya:
1. Debu Menumpuk
Debu dari gesekan komponen CVT bisa menempel pada kampas ganda dan mangkok kopling. Tumpukan debu membuat daya cengkeram komponen menjadi kurang optimal.
2. Mangkok Kopling Terlalu Licin
Permukaan mangkok kopling bisa mengalami glazing atau menjadi terlalu mengilap akibat panas dan gesekan berulang. Akibatnya, kampas ganda tidak bisa mencengkeram dengan sempurna.
3. Kampas Ganda Mulai Aus
Kampas ganda yang terus bekerja lama-kelamaan akan menipis. Kondisinya juga bisa menjadi terlalu panas atau bahkan terbakar sehingga kemampuan mencengkeram ikut berkurang.
4. V-Belt Mulai Getas