Meski demikian, rasa sakit tetap tidak hilang dan penanganan medis tetap diperlukan untuk memastikan pembalap benar-benar berada dalam kondisi aman sebelum kembali mengendarai motor.
BACA JUGA:Ingin Terlibat Langsung di MotoGP Mandalika 2026? MGPA Buka Rekrutmen Volunteer
Generasi Baru Makin Sadar Risiko
Charte juga melihat adanya perubahan sikap di kalangan pembalap MotoGP modern. Jika generasi sebelumnya kerap dikenal memaksakan diri untuk tetap balapan meski mengalami cedera, pembalap masa kini dinilai lebih memahami konsekuensi kesehatan dalam jangka panjang.
Ia mencontohkan perubahan pola pikir tersebut melalui pernyataan pembalap seperti Jorge Martin.
“Pembalap sekarang tahu bahwa kecelakaan parah bisa berujung di rumah sakit. Pernyataan seperti ‘Saya paham suatu hari bisa berakhir di RS, jadi saya harus mendengarkan sinyal tubuh saya’ menunjukkan bahwa tingkat kesadaran keselamatan mereka sudah jauh bertransformasi. Kegilaan tanpa perhitungan seperti masa lalu sudah tidak ada lagi.”
Perjalanan sistem medis MotoGP menunjukkan bahwa tragedi Simoncelli meninggalkan pelajaran yang sangat besar bagi olahraga balap motor.
Perubahan tersebut bukan hanya mengenai bagaimana pembalap dievakuasi setelah kecelakaan, tetapi juga bagaimana pertolongan kritis dapat diberikan secepat mungkin ketika setiap detik sangat berarti.