MOTOREXPERTZ.COM -- PT Shell Indonesia mengambil langkah besar di bisnis ritel energi dengan melepas 100 persen kepemilikan bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia kepada Sefas Group.
Proses pengalihan tersebut saat ini masih menunggu persetujuan regulator serta sejumlah persyaratan umum lainnya sebelum transaksi dinyatakan selesai.
Sefas Group diperkirakan menyelesaikan proses akuisisi pada tahun 2026 dan memastikan operasional SPBU tetap menggunakan merek Shell melalui lisensi yang turut diperoleh dalam kesepakatan tersebut.
Langkah ini sekaligus memperluas kiprah Sefas Group di sektor energi Indonesia.
BACA JUGA:ZXMoto 500RR: Motor Sport 4-Silinder yang Punya Top Speed 235 Km/Jam
BACA JUGA:Dua Kali Runner-Up, Ini yang Bikin Jack Miller Ketagihan Balapan di Suzuka 8 Hours
Sefas Group Ambil Alih Bisnis SPBU Shell
CEO Sefas Group Ricky Roesli mengatakan perusahaan siap melanjutkan proses pengambilalihan bisnis SPBU Shell hingga transaksi rampung.
Sefas Group sendiri bukan nama baru bagi Shell di Indonesia karena selama ini dikenal sebagai salah satu distributor pelumas Shell terbesar di Tanah Air.
“Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, Sefas bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia,” ujar Ricky Roesli melalui siaran pers, Rabu, (19/08/2026).
Sefas juga memastikan merek Shell tetap digunakan pada bisnis SPBU setelah proses akuisisi selesai. Hal tersebut dimungkinkan karena kesepakatan turut mencakup lisensi penggunaan merek Shell di Indonesia.
Berdiri Sejak 1997, Sefas Terus Perluas Bisnis
Mengutip situs resmi Sefas Group, perusahaan tersebut berdiri pada 1997 dan mengambil nama dari istilah Yunani cephas yang berarti batu.
Perjalanan bisnisnya dimulai melalui pendirian PT Sefas Pelindotama di Kalimantan Timur, sebelum memperluas jaringan distribusinya ke berbagai wilayah Indonesia.
Perkembangan Sefas Group kemudian berlangsung melalui sejumlah ekspansi dan akuisisi:
- 2002: memperluas operasional ke Kalimantan Selatan.
- 2005: mengakuisisi PT Tribina Panutan di Cilegon, Banten.
- 2009: mendirikan PT Sefas Keliantama untuk melayani wilayah Jabodetabek.
- 2010: masuk ke sektor kimia otomotif melalui PT Blue Coolant Indonesia.
- 2013: mengakuisisi PT Cahaya Samoedera Bersaudara yang bergerak sebagai distributor Shell Marine Lubricants.
- 2015: memperluas jaringan ke Kalimantan Utara.
- 2016: memperluas operasional PT Tribina Panutan ke Tangerang.