Persaingan Ducati dan Aprilia Makin Sengit, Tardozzi Prediksi Duel Berlanjut di Sisa Musim MotoGP 2026

Sabtu 22-08-2026,08:00 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : T. Sucipto

Situasi tersebut sempat dimanfaatkan Marc Marquez untuk memangkas ketertinggalannya dari pemimpin klasemen.

Marquez sebelumnya tertinggal 102 poin dari Jorge Martin, tetapi selisih tersebut menyusut menjadi 18 poin setelah Sachsenring.

Namun, hasil Sprint Silverstone menjadi kejutan bagi Ducati karena Marquez hanya mampu finis di posisi kesembilan.

Penurunan performa tersebut terjadi akibat masalah penurunan performa ban yang sangat besar.

Tardozzi mengakui Ducati tidak memperkirakan masalah tersebut dan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

Pada balapan utama Silverstone, Marquez memang terhindar dari masalah serupa, tetapi hanya mampu finis ketujuh.

Hasil tersebut membuatnya menjadi pembalap Ducati ketiga terbaik dan hanya memperoleh 10 dari maksimal 37 poin.

Marquez akhirnya tertinggal 40 poin dari Martin yang masih memimpin klasemen MotoGP.

BACA JUGA:Dua Kali Runner-Up, Ini yang Bikin Jack Miller Ketagihan Balapan di Suzuka 8 Hours

Aragon Jadi Peluang Ducati

Tardozzi menilai pembalap tidak harus memenangkan setiap balapan untuk merebut gelar juara dunia.

Menurutnya, pembalap harus mengamankan poin sebanyak mungkin ketika motornya tidak menjadi yang tercepat.

Sebaliknya, peluang kemenangan harus dimaksimalkan ketika Ducati memiliki keunggulan atas para rivalnya.

Seri Aragon berikutnya menjadi kesempatan penting bagi Ducati untuk kembali memberikan tekanan kepada Aprilia.

Marc Marquez dan Ducati memiliki catatan kuat di Aragon karena berhasil memenangkan empat balapan terakhir di sirkuit tersebut.

Namun, persaingan diperkirakan kembali ketat ketika MotoGP memasuki Misano.

Pada musim sebelumnya, Marquez dan Marco Bezzecchi sama-sama berhasil meraih kemenangan di Misano.

Kategori :