"Saya selalu bilang bahwa saya tidak pernah menempuh jalan yang mudah. Contohnya, saya tidak pernah mengendarai Ducati di Superbike. Saya selalu harus belajar menggunakan motor yang sedikit lebih lambat, namun pada akhirnya, saya berhasil menjadi juara. Hal itu membuat saya merasa lebih baik karena saya selalu berjuang keras untuk meraihnya, dan itu sangat penting. Sekarang saya berada di MotoGP, dan Yamaha sedang berusaha melakukan perbaikan. Kita semua tahu Yamaha adalah merek yang sangat kuat, dan saya yakin mereka akan segera kompetitif kembali."
Toprak juga tidak menutupi rasa frustrasinya ketika melihat namanya berada di posisi bawah klasemen setelah sebelumnya terbiasa menjadi pembalap yang diperhitungkan untuk kemenangan.
"Namun saat ini, situasinya sangat berat bagi saya karena saya adalah pembalap yang terbiasa menang. Saya datang ke MotoGP, dan sekarang kondisinya justru sangat bertolak belakang. Saat melihat layar, saya mendapati nama saya berada di urutan bawah, dan itu sungguh berat. Ketika kembali ke garasi, saya mulai mencari nama saya dari urutan paling bawah ke atas. Di Superbike, saya biasa langsung melihat ke urutan teratas karena tahu saya selalu berada di sana; kenyataan ini terasa sangat memukul."
BACA JUGA:Ducati Panigale V2 Superquadro Final Edition Hadir dalam Model Kit Skala 1:4
Toprak Sadar Motor Jadi Faktor Penting di MotoGP
Tekanan tersebut bahkan sempat membuat motivasi Toprak menurun ketika menghadapi akhir pekan balap yang buruk. Meski begitu, ia menilai kondisi tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi dan menegaskan bahwa kualitas motor memiliki pengaruh besar terhadap performa pembalap di MotoGP.
"Ada akhir pekan yang sangat buruk, dan terkadang motivasi saya hilang. Itu hal yang wajar—bagaimanapun juga, kami adalah pembalap. Namun, kita lihat saja apa yang akan terjadi di masa depan. Di MotoGP, jika Anda tidak memiliki motor yang bagus, sangat sulit bagi pembalap untuk membuat perbedaan besar. Jika melihat tahun ini, situasinya mirip dengan Formula 1. Tahun lalu McLaren yang terbaik, sedangkan tahun ini giliran Mercedes. Begitu pula di sini; jika Anda memiliki motor dan paket yang bagus, Anda akan selalu kompetitif."
Bagi Toprak, tantangan terbesar sekarang bukan lagi membuktikan kemampuan sebagai juara, melainkan membantu Yamaha kembali memiliki paket kompetitif. Perjalanannya di MotoGP pun menjadi babak berbeda bagi pembalap yang sebelumnya terbiasa menguasai WorldSBK.