JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM -- Pedro Acosta mengungkap pandangannya mengenai hubungan antarpembalap MotoGP yang berlangsung di dalam paddock.
Pembalap KTM tersebut merasa tidak memiliki teman dekat di paddock dan justru menganggap kondisi tersebut memberikan keuntungan.
Menurut Acosta, seluruh pembalap memiliki tujuan yang sama, yaitu meraih kemenangan dan menjadi yang terbaik di MotoGP.
Persamaan ambisi tersebut membuat hubungan terlalu dekat dengan rival di lintasan menjadi sesuatu yang sulit dipertahankan.
Ia menilai menjaga jarak secara emosional membuat dirinya lebih leluasa ketika harus berduel dengan pembalap lain.
Acosta Pilih Menjaga Jarak dari Rival
Acosta menjelaskan bahwa komunikasi dengan pembalap lain sebenarnya cukup mudah dilakukan dalam lingkungan MotoGP.
Namun, persaingan untuk mencapai tujuan yang sama membuat hubungan antarpembalap sulit sepenuhnya berjalan secara jujur.
Ia menyebut dirinya memilih menjaga jarak agar tidak memiliki perasaan tertentu terhadap rival saat berada di lintasan.
Menurut Acosta, kondisi tersebut membuatnya dapat melakukan manuver menyalip tanpa memikirkan hubungan pribadi dengan pembalap yang menjadi lawannya.
Ia merasa keputusan tersebut membuat dirinya lebih bebas menghadapi persaingan selama balapan.
Acosta juga menganggap rivalitas yang kuat merupakan bagian penting dari daya tarik kejuaraan dunia MotoGP.
BACA JUGA:Yamaha Pajang Line Up Unggulan di BNI WondrX 2026, Bisa Test Ride Langsung
Rivalitas Pembalap Legendaris Jadi Contoh
Acosta kemudian mengingat sejumlah persaingan sengit yang pernah terjadi dalam sejarah MotoGP.
Ia mencontohkan rivalitas antara Valentino Rossi dan Sete Gibernau sebagai salah satu hubungan yang penuh persaingan.
Selain itu, Acosta juga menyebut persaingan Mick Doohan dengan Alex Criville pada era sebelumnya.