Torstensson menceritakan pengalaman ketika Ohlins membawa komponen baru untuk diuji bersama Marquez.
Marquez mampu mencatat waktu cepat, tetapi kemudian menyampaikan bahwa komponen tersebut tidak sesuai dengan keinginannya.
Ketika ditanya mengenai catatan waktunya, Marquez menjelaskan bahwa ia mendapatkan kecepatan tersebut dengan meningkatkan dorongan saat berkendara.
BACA JUGA:Honda Community Convoy Merdeka 2026, Riding Sambil Napak Tilas Sejarah Jakarta
Bagnaia Sangat Sensitif terhadap Setelan Motor
Torstensson menyebut Marquez dan Bagnaia sama-sama memiliki sensitivitas tinggi, tetapi menunjukkan karakter berbeda ketika mengembangkan motor.
Bagnaia dinilai mampu mengidentifikasi karakter komponen yang sedang diuji secara detail.
Menurut Torstensson, feedback Bagnaia sangat baik karena ia dapat menjelaskan karakter perubahan yang dirasakan saat mengendarai motor.
Namun, Bagnaia membutuhkan pengaturan motor yang tepat agar dapat menunjukkan kecepatan maksimal.
Bagi seorang teknisi, karakter tersebut justru menjadi keuntungan ketika melakukan pengujian dan pengembangan komponen.
BACA JUGA:Awas, Ini Risiko Baterai Motor Listrik Sering Dibiarkan Sampai Nol Persen
Ohlins dan Kesuksesan Suzuki Bersama Joan Mir
Torstensson juga mengungkap peran pengembangan suspensi belakang Ohlins dalam perjalanan Suzuki meraih gelar MotoGP 2020 bersama Joan Mir.
Suzuki mampu beradaptasi dengan cepat terhadap suspensi belakang baru yang dikembangkan Ohlins pada periode tersebut.
Sylvain Guintoli turut berperan dalam proses pengujian dan pengembangan komponen bersama Suzuki.
Menurut Torstensson, keberhasilan Suzuki tidak semata-mata disebabkan suspensi tersebut karena performa motor secara keseluruhan sangat kompetitif.
Namun, komponen itu tetap memberikan kontribusi dan masih digunakan hingga saat ini.
Ohlins kini memasok suspensi untuk seluruh pabrikan MotoGP, kecuali KTM yang menggunakan produk WP miliknya sendiri.