Jadi, sebelum meninggalkan motor, biasakan cek kembali posisi kunci kontak. Jangan sampai motor sudah dikunci, tetapi kontak ternyata masih menyala.
BACA JUGA:AHDC 2026 Purwokerto Jadi Ajang 3 Pebalap Muda WMS Asah Mental Balap
4. Pasang Aksesori Kelistrikan Sembarangan
Menambahkan aksesori seperti lampu tambahan, klakson aftermarket, charger, alarm, atau perangkat elektronik lainnya memang bisa membuat motor lebih fungsional.
Tapi jangan asal pasang. Aksesori tambahan tentu membutuhkan daya. Jika beban kelistrikan terlalu besar dibanding kemampuan sistem pengisian motor, aki bisa lebih cepat tekor.
Pemasangan yang tidak sesuai juga bisa mengganggu sistem kelistrikan. Karena itu, perhatikan kapasitas daya, kabel, sekring, dan relay sebelum menambahkan aksesori.
5. Jarang Cek Kondisi Aki dan Sistem Pengisian
Selama motor masih bisa menyala, kondisi aki sering dianggap aman. Padahal, ada beberapa bagian yang seharusnya ikut diperiksa secara berkala.
Terminal aki yang kotor atau berkerak, misalnya, bisa mengganggu koneksi listrik. Begitu juga dengan sistem pengisian yang bermasalah.
Komponen seperti regulator/kiprok dan spul yang tidak bekerja optimal bisa membuat aki tidak mendapatkan pengisian sebagaimana mestinya.
BACA JUGA:Maverick Vinales Belum Pulih dari Cedera Bahu, Kemungkinan Absen di MotoGP Aragon
Jadi, kalau aki baru diganti tetapi kembali tekor dalam waktu relatif singkat, jangan langsung menyalahkan aki.
Bisa jadi masalah sebenarnya ada pada sistem pengisian atau kebocoran arus di kelistrikan motor.
Pada akhirnya, menjaga aki tetap awet bukan cuma soal memilih aki berkualitas. Kebiasaan saat menggunakan motor juga punya pengaruh besar. Hindari lima kebiasaan tadi agar aki tidak cepat ngos-ngosan sebelum waktunya.