MOTOREXPERTZ.COM -- Motor tiba-tiba brebet setelah kehujanan memang bikin panik. Tarikan mendadak berat, mesin tersendat saat gas diputar, bahkan bisa mati sendiri.
Tapi jangan langsung menuduh injektor, ECU, atau komponen kelistrikan lainnya sebagai biang keroknya, Bradsis.
Ada satu part kecil yang justru sering luput dari perhatian, yaitu cop busi.
Komponen ini memang kelihatannya sepele. Namun, posisinya sangat penting karena menjadi penghubung antara sistem pengapian dan busi.
Cop busi juga berfungsi membantu melindungi bagian busi dari air, debu, dan kotoran. Nah, ketika kondisinya sudah tidak prima, air bisa masuk dan mengganggu proses pengapian.
BACA JUGA:Langsam Motor Naik Turun dan Gampang Mati? Buruan Cek Komponen Ini
Cop Busi Mulai Getas, Air Gampang Masuk
Seiring usia pemakaian, material karet pada cop busi bisa mengeras dan kehilangan kelenturannya.
Paparan panas mesin secara terus-menerus menjadi salah satu penyebabnya. Lama-kelamaan, karet bisa retak, getas, berubah bentuk, atau tidak lagi mencengkeram busi dengan rapat.
Kondisi ini bakal terasa saat motor dipakai menerjang hujan atau genangan.
Air yang masuk ke area cop busi dapat membuat sistem pengapian terganggu. Tegangan tinggi dari sistem pengapian pun bisa mengalami kebocoran atau tidak menghasilkan percikan api yang optimal di busi.
Akibatnya, pembakaran mesin menjadi tidak sempurna.
Gejalanya biasanya cukup terasa. Motor mulai brebet ketika digas, respons mesin terasa berat, tenaga drop, bahkan mesin bisa mati saat putaran turun.
Yang sering bikin pemilik motor terkecoh, gangguan tersebut terkadang hilang setelah bagian pengapian kembali kering. Motor pun kembali normal seolah tidak terjadi apa-apa.
Padahal, kalau sumber masalahnya adalah cop busi yang sudah getas atau tidak rapat, penyakit tersebut bisa muncul lagi setiap kali motor terkena air.
BACA JUGA:Waspada Modus Debt Collector! Polresta Tangerang Tegaskan Larangan Leasing Tarik Kendaraan di Jalan