Meski demikian, QMMF tidak ingin menghentikan persiapan sebelum mendapatkan kepastian mengenai perkembangan situasi.
Al Mannai menjelaskan bahwa penyelenggara memilih melakukan persiapan secara bertahap sambil terus mengevaluasi kondisi terbaru.
Ia menegaskan bahwa sejauh ini seluruh persiapan masih berjalan dan tidak ada keputusan untuk menghentikan rencana balapan.
BACA JUGA:Honda ST125 Dax Dapat Suntikan Warna Baru, Harga Rp 84 Jutaan
Konflik Sebelumnya Berdampak pada WEC
Dampak konflik kawasan Timur Tengah sebelumnya juga dirasakan oleh FIA World Endurance Championship atau WEC.
Prologue dan seri pembuka WEC yang semula dijadwalkan berlangsung di Qatar pada Maret harus mengalami penundaan.
WEC kemudian membatalkan agenda Qatar dan Bahrain dari kalender yang telah direncanakan.
Sebagai gantinya, kedua seri tersebut dipindahkan ke Barcelona dan Monza.
Namun, Qatar tetap mendapatkan kepercayaan untuk menggelar agenda WEC pada masa mendatang.
QMMF menyatakan Lusail akan menjadi lokasi Prologue dan seri pembuka WEC 2027 pada Maret.
Rencana tersebut menunjukkan Qatar masih mempertahankan perannya sebagai salah satu tuan rumah penting motorsport internasional.
Untuk MotoGP dan Formula 1 musim ini, keputusan akhir tetap bergantung pada perkembangan situasi keamanan di kawasan.
QMMF sendiri menyatakan persiapan terus dilakukan sambil menunggu perkembangan terbaru sebelum menentukan langkah berikutnya.