Duel tersebut semakin menarik karena kedua motor mengalami efek turbulensi ketika melaju berdekatan di trek lurus.
Bezzecchi menjelaskan bahwa aliran udara terasa tidak normal ketika jaraknya sangat dekat dengan motor Marquez.
Ia bahkan merasakan motornya beberapa kali justru bergerak mendekati Marquez meski berusaha menjauh.
Kondisi tersebut membuat Bezzecchi harus mengambil posisi lebih ke kiri dan melakukan pengereman lebih awal.
Acosta kemudian memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melaju dari sisi kanan dan mengambil alih posisi kedua.
Bezzecchi menganggap insiden tersebut cukup menyenangkan meski akhirnya harus kehilangan posisi dalam pertarungan tersebut.
BACA JUGA:Honda ST125 Dax Dapat Suntikan Warna Baru, Harga Rp 84 Jutaan
Raih Pole dan Dua Podium
Meski gagal mempertahankan posisi kedua, Bezzecchi tetap tampil kompetitif sepanjang akhir pekan MotoGP Aragon.
Ia berhasil meraih pole position dan kemudian mengamankan podium dalam dua balapan yang berlangsung di akhir pekan.
Hasil tersebut menjadi peningkatan besar dibandingkan penampilannya di Aragon pada musim sebelumnya.
Pada musim lalu, Bezzecchi harus memulai balapan dari posisi paling belakang di sirkuit tersebut.
Kini, ia mampu mengubah hasil tersebut dengan merebut pole position dan mencatat dua podium.
Bezzecchi menyebut pencapaian tersebut membuatnya sangat puas setelah menjalani rangkaian balapan di Aragon.
Hasil akhir juga membuatnya turun ke posisi ketiga klasemen sementara kejuaraan dunia setelah dilewati Marc Marquez.
Meski demikian, Bezzecchi berhasil memangkas tujuh poin dari Jorge Martin yang masih memimpin klasemen.
Performa tersebut menjadi modal penting bagi Bezzecchi untuk melanjutkan persaingan di putaran MotoGP berikutnya.