Dalam waktu relatif singkat, winglet berubah dari eksperimen menjadi salah satu fokus utama pengembangan motor MotoGP.
BACA JUGA:Diogo Moreira Disebut Punya Modal Lengkap Jadi Juara Dunia, Cal Crutchlow: Beri Waktu Tiga Tahun!
Winglet Sempat Dilarang Karena Alasan Keselamatan
Perkembangan winglet berlangsung sangat cepat sepanjang 2016 dengan desain yang semakin besar dan kompleks.
Beberapa desain menggunakan struktur karbon yang menonjol dari bodi motor dan memiliki bentuk menyerupai bilah.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan pembalap ketika terjadi kecelakaan atau kontak antarmotor.
FIM kemudian melarang desain winglet yang menonjol mulai musim 2017 karena mempertimbangkan risiko tersebut.
Meski demikian, larangan tersebut tidak menghentikan pengembangan aerodinamika di MotoGP.
Regulasi kemudian memungkinkan penggunaan perangkat aerodinamika yang terintegrasi dengan fairing motor.
BACA JUGA:Aldi Satya Mahendra Bidik Hasil Positif di WorldSSP 2026 Prancis, Begini Persiapannya
Winglet Menjadi Bagian Penting Motor MotoGP
Setelah aturan disesuaikan, para insinyur menemukan berbagai cara untuk mengintegrasikan fungsi aerodinamika ke dalam desain bodi.
Pengembangan tersebut semakin agresif sejak 2022 dan menghasilkan paket aerodinamika yang semakin kompleks.
Pada musim 2023, seluruh lima pabrikan MotoGP menggunakan paket aerodinamika dengan berbagai elemen winglet dan saluran udara.
Winglet akhirnya bukan lagi sekadar eksperimen, tetapi menjadi bagian penting dari pengembangan performa motor MotoGP.
Perangkat tersebut membantu mengendalikan roda depan sekaligus memberikan stabilitas pada kecepatan tinggi.
Perjalanan dari eksperimen sederhana pada 1970-an hingga teknologi modern menunjukkan panjangnya evolusi aerodinamika MotoGP.
Kini, winglet menjadi salah satu ciri paling mudah dikenali dari motor prototipe MotoGP generasi modern.