MOTOREXPERTZ.COM -- Pernah mendengar suara “klotok-klotok” dari mesin motor saat kondisi langsam?
Kalau suara tersebut baru muncul, padahal sebelumnya mesin terdengar halus, jangan langsung menganggapnya sebagai suara normal.
Bunyi aneh dari mesin bisa menjadi tanda ada komponen yang mulai aus, kendur, atau mengalami perubahan setelan.
Sumbernya pun beragam. Mulai dari rantai keteng, tensioner, celah klep, sampai komponen internal mesin.
Menariknya, suara seperti ini sering justru lebih terdengar ketika motor dalam kondisi diam dan putaran mesin rendah. Saat gas dipelintir, bunyi terkadang menjadi samar karena putaran mesin meningkat.
BACA JUGA:Mandello del Lario Jadi Lautan Guzzisti, Moto Guzzi World Days 2026 Hadirkan Banyak Aktivitas Seru
Lantas, bagian mana saja yang perlu diperiksa?
1. Rantai Keteng dan Tensioner
Bagian pertama yang patut dicurigai adalah sistem rantai keteng alias timing chain.
Komponen ini bertugas menjaga putaran kruk as tetap sinkron dengan noken as. Kalau rantai mulai kendur, suara berisik bisa muncul dari area kepala silinder.
Namun, jangan hanya menyalahkan rantainya.
Tensioner yang sudah lemah juga bisa menjadi biang keladi. Ketika tekanan tensioner tidak lagi optimal, rantai keteng menjadi kurang kencang dan bisa menimbulkan bunyi “tek-tek” atau “klotok-klotok”, terutama saat mesin langsam.
Kondisi ini sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama. Jika kelonggaran rantai semakin parah, sinkronisasi antara gerakan piston dan klep bisa ikut terganggu.
BACA JUGA:Sapa Pelanggan Serentak di 22 Kota, Pertamina Lubricants Hadirkan Promo Oli dan Edukasi Perawatan
2. Cek Celah Klep
Celah klep juga wajib dicek. Setiap mesin memiliki ukuran celah klep yang sudah ditentukan oleh pabrikan. Kalau celahnya terlalu longgar, gerakan komponen di kepala silinder dapat menghasilkan suara ketukan logam.
Bunyinya biasanya cukup jelas saat putaran mesin rendah. Tapi jangan asal menyetel klep hanya berdasarkan suara.