Yamaha Aerox 155 menawarkan karakter yang lebih sporty dengan mesin 155cc berteknologi Blue Core dan VVA. Mesin tersebut mampu memberikan performa yang responsif ketika digunakan untuk berakselerasi.
Walaupun memiliki karakter sporty, Aerox 155 tetap bisa digunakan sebagai kendaraan harian. Sistem transmisi otomatis membuatnya praktis untuk menghadapi kemacetan, sedangkan posisi berkendara memberikan sensasi berbeda dibandingkan skutik berukuran kecil.
BACA JUGA:Daimler Reitwagen, Motor Pertama di Dunia: Awal Mula Revolusi Transportasi Roda Dua
BACA JUGA:Dari Mesin Tenun ke Raja Motor Dunia: Sejarah Suzuki dan Motor Pertamanya di Dunia
5. Suzuki GSX-S150
Suzuki GSX-S150 merupakan naked sport dengan mesin 147,3cc yang menawarkan perpaduan performa dan efisiensi. Bobotnya yang relatif ringan menjadi salah satu keunggulan karena membuat motor mudah diajak bermanuver.
Untuk penggunaan harian, GSX-S150 cukup menarik karena konsumsi bahan bakarnya dapat tetap efisien selama pengendara tidak terlalu sering melakukan akselerasi agresif. Karakter mesinnya juga memberikan tenaga yang cukup ketika digunakan untuk perjalanan di dalam maupun luar kota.
Pada akhirnya, memilih motor 150cc yang irit bukan hanya bergantung pada kapasitas mesin. Gaya berkendara, kondisi lalu lintas, tekanan ban, beban kendaraan, hingga kondisi mesin juga sangat memengaruhi konsumsi bahan bakar.
Honda CB150R StreetFire dan Suzuki GSX-S150 cocok bagi yang menyukai motor manual, sementara Yamaha Aerox 155 dan Honda Vario 160 lebih praktis untuk penggunaan perkotaan. Yamaha Vixion juga dapat menjadi pilihan menarik bagi pengendara yang menginginkan motor sport dengan karakter yang tetap nyaman untuk aktivitas sehari-hari.