Saat penjelasan diberikan, pengerokan telah mencapai Tikungan 12. Tahapan tersebut dilakukan sebelum permukaan memperoleh lapisan cat baru.
Setelah pengerokan, permukaan kerb mendapatkan pelapisan menggunakan sistem roll.
Tahapan ini bertujuan melindungi pori-pori permukaan yang terbuka.
“Setelah dikerok, dilapisi dulu dengan sistem roll,” jelas Hamid.
Lapisan tersebut membantu mencegah air masuk ke pori-pori kerb apabila hujan turun sebelum proses pengecatan selesai.
Pekerjaan Menyesuaikan Kalender Balap
MGPA juga menyesuaikan pengerjaan dengan agenda balap di Pertamina Mandalika International Circuit.
Pada 18–20 September 2026, sirkuit akan digunakan untuk Kejuaraan Nasional Balap Motor Pertamina Mandalika Racing Series.
Karena itu, pengerokan dilakukan lebih dahulu pada seluruh area yang nantinya akan dicat.
“Karena di tanggal 18–20 masih ada Mandalika Racing Series, sehingga kita kerok dulu seluruh area yang akan dilakukan pengecatan,” ujar Hamid.
Setelah MRS selesai, MGPA akan melanjutkan pengecatan pada kerb, verge line, dan runoff.
BACA JUGA:Aston Martin Hadirkan Motor Jalan Raya Pertama, AMB 002 Roadster Dibuat Hanya 300 Unit
Libatkan Tenaga Kerja Lokal Lombok Tengah
Track painting tahun ini juga melibatkan sumber daya manusia dari daerah sekitar sirkuit.
Hamid menyebut seluruh pekerjaan painting dilakukan manpower lokal dari Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
“Yang spesial juga, pengerjaan painting di tahun ini sepenuhnya dilakukan oleh manpower lokal,” kata Hamid.
Keterlibatan tenaga lokal menjadi bagian dari persiapan sirkuit menuju ajang motorsport internasional.
Dengan seluruh tahapan tersebut, Pertamina Mandalika International Circuit dipersiapkan menghadapi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.