Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dollar AS, Harga Pertamax Bisa Ikut Melonjak?

Selasa 15-09-2026,08:00 WIB
Reporter : Prasuda Mega
Editor : T. Sucipto

MOTOREXPERTZ.COM -- Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali menjadi perhatian setelah Pertamina mengungkap adanya potensi kenaikan harga Pertamax hingga sekitar Rp20.000 per liter. 

Kondisi tersebut berkaitan dengan pergerakan harga minyak mentah dunia yang kembali mengalami tekanan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya situasi di kawasan Selat Hormuz. 

Saat ini, harga Pertamax atau RON 92 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya berada di level Rp15.950 per liter, sehingga jika skenario tersebut terjadi, kenaikannya akan cukup terasa bagi pengguna kendaraan pribadi. 

Meski demikian, angka Rp20.000 per liter tersebut masih merupakan potensi dan bukan harga resmi Pertamax yang telah ditetapkan.

BACA JUGA:Giliran Marco Bezzecchi Pimpin Practice MotoGP San Marino 2026, Marc Marquez Posisi Kedua

BACA JUGA:Marc Marquez Jadi yang Tercepat di FP1 MotoGP San Marino 2026, Ungguli Marco Bezzecchi

Konflik Timur Tengah Jadi Perhatian

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Eko Ricky Susanto mengatakan, perkembangan geopolitik di Timur Tengah turut memengaruhi ketersediaan energi dan pergerakan harga minyak mentah dunia. 

Menurutnya, apabila harga minyak tidak kembali turun dalam waktu dekat, kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap harga BBM di dalam negeri.

Pergerakan harga minyak dunia juga menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Pada perdagangan Kamis (10/9/2026), harga minyak dunia disebut melonjak lebih dari 6 persen hingga menembus level 100 dollar AS per barel, atau sekitar Rp1,7 juta per barel jika menggunakan kurs Rp17.000 per dollar AS sebagai ilustrasi.

BACA JUGA:Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas Imbas Laga Persija vs Persib, Ditlantas Siapkan Rekayasa di Sekitar GBK

BACA JUGA:NIU dan Razer Bikin Motor Listrik Edisi Khusus, FQiX Punya Jarak Tempuh 110 Km

Harga Minyak Tembus 100 Dollar AS

Kenaikan harga minyak tersebut terjadi ketika pasar global masih menghadapi kekhawatiran terhadap dampak konflik berkepanjangan di Timur Tengah terhadap pasokan energi. 

Kondisi ini turut menjadi perhatian pasar keuangan Amerika Serikat, dengan Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (10/9/2026) waktu setempat.

Jika tekanan terhadap harga minyak mentah berlanjut, ruang penurunan harga BBM non-subsidi di Indonesia menjadi semakin terbatas. 

Bagi kamu yang menggunakan kendaraan setiap hari, perkembangan harga Pertamax tentu perlu diperhatikan karena perubahan harga BBM dapat ikut memengaruhi biaya operasional dan mobilitas harian.

Kategori :