MOTOREXPERTZ.COM -- Memilih oli mesin untuk motor matic ternyata tidak cukup hanya melihat merek atau harga yang ditawarkan di pasaran.
Setiap produk memiliki tingkat kekentalan atau viskositas berbeda yang ditandai dengan kode SAE, sehingga pemilik motor perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan penggunaan dan rekomendasi pabrikan.
Bagi kamu yang menggunakan motor matic sebagai kendaraan harian, pemilihan oli menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kinerja mesin tetap optimal.
Selain mengganti oli mesin secara rutin, perawatan oli gardan juga tidak boleh dilewatkan agar performa motor tetap terjaga.
BACA JUGA:Giliran Marco Bezzecchi Pimpin Practice MotoGP San Marino 2026, Marc Marquez Posisi Kedua
BACA JUGA:Marc Marquez Jadi yang Tercepat di FP1 MotoGP San Marino 2026, Ungguli Marco Bezzecchi
Ilustrasi sedang ganti oli motor--
Jangan Terlalu Encer atau Kental
Motor matic yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari, terutama di kawasan perkotaan dengan kondisi lalu lintas padat, sebaiknya menggunakan oli dengan tingkat kekentalan yang tidak terlalu ekstrem.
Salah satu pilihan yang umum digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah SAE 10W-40, karena berada di tengah antara oli yang terlalu encer dan terlalu kental.
Oli yang terlalu encer berpotensi lebih mudah menguap ketika mesin bekerja dalam kondisi panas, terlebih jika motor sering digunakan menghadapi kemacetan.
Sebaliknya, oli yang terlalu kental dapat membuat kerja mesin terasa lebih berat sehingga respons atau tarikan motor bisa ikut terpengaruh.
BACA JUGA:NIU dan Razer Bikin Motor Listrik Edisi Khusus, FQiX Punya Jarak Tempuh 110 Km
Perhatikan Kode JASO MB
Selain SAE, kamu juga perlu melihat spesifikasi JASO ketika memilih oli untuk motor matic. Oli dengan kode JASO MB diperuntukkan bagi mesin motor yang menggunakan sistem kopling kering atau kopling yang tidak terendam oli, seperti yang diterapkan pada sebagian besar motor matic.
Kode tersebut penting karena karakteristik oli motor matic berbeda dengan oli untuk motor yang menggunakan kopling basah.