4. Komponen Suspensi Kotor atau Aus
Kotoran yang menumpuk pada area suspensi dapat mengganggu pergerakan komponen. Selain itu, bushing, bearing, atau komponen pendukung lainnya yang mulai aus juga dapat membuat kerja suspensi menjadi tidak optimal.
Masalah seperti ini terkadang tidak langsung terlihat dari luar. Pemeriksaan di bengkel diperlukan apabila suspensi terasa aneh, mengeluarkan bunyi, atau gerakannya tidak normal.
5. Beban Motor Terlalu Ringan
Karakter suspensi juga dipengaruhi oleh beban yang dibawa motor. Jika suspensi memiliki setelan yang dirancang untuk beban tertentu, penggunaan motor tanpa penumpang atau barang dapat membuatnya terasa lebih keras.
Hal ini terutama dapat dirasakan pada motor dengan suspensi yang memiliki preload yang dapat disesuaikan.
BACA JUGA:Terlalu Sering Terpapar Panas Matahari? Ini 3 Komponen Motor yang Paling Cepat Rusak Tanpa Disadari
BACA JUGA:Sering Terjebak Macet? Ini Komponen Motor yang Paling Cepat Aus dan Diam-Diam Bikin Kantong Jebol
6. Karakter Suspensi Memang Cenderung Kaku
Tidak semua suspensi yang terasa keras berarti mengalami kerusakan. Beberapa sepeda motor memang menggunakan karakter suspensi yang lebih kaku untuk memberikan stabilitas dan pengendalian lebih baik.
Motor dengan karakter sporty, misalnya, dapat terasa lebih firm dibandingkan motor yang dirancang untuk kenyamanan maksimal.
Jika shockbreaker motor terasa keras, jangan langsung mengganti komponen. Periksa terlebih dahulu tekanan ban, setelan suspensi, kondisi komponen, serta karakter bawaan motor.
Dengan mengetahui penyebabnya, pengendara dapat menentukan solusi yang tepat dan menghindari pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan.