MOTOREXPERTZ.COM -- V-belt menjadi salah satu komponen penting pada sistem CVT motor matic karena berperan meneruskan tenaga mesin ke roda belakang.
Dalam pemakaian normal, komponen ini umumnya memiliki usia pakai sekitar 20.000-30.000 km, meski kondisi setiap motor bisa berbeda tergantung beban, gaya berkendara, dan perawatan.
Namun, v-belt juga bisa mengalami keausan lebih cepat sebelum mencapai jarak tersebut jika motor sering digunakan dalam kondisi kerja yang berat.
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang ternyata dapat mempercepat munculnya retakan atau membuat v-belt lebih cepat melar.
BACA JUGA:GIIAS Semarang 2026 Ajak Ratusan Pelajar Eksplorasi Inovasi Otomotif Global Lewat Education Day
BACA JUGA:Keren! Siswa SMKN 1 Talaga Sabet Juara Mekanik Terbaik Nasional di Ajang ESC 2026
Ilustrasi V-belt--ChatGPT
Beban Berlebihan Bisa Mempercepat Keausan
Salah satu faktor yang dapat memperberat kerja sistem CVT adalah membawa beban melebihi kondisi penggunaan normal.
Beban yang berat membuat mesin dan CVT bekerja lebih keras, terutama ketika motor digunakan untuk berakselerasi atau melewati tanjakan.
Jika kondisi tersebut menjadi kebiasaan, komponen CVT termasuk v-belt akan menerima beban kerja lebih besar.
Karena itu, usahakan tetap sesuai kapasitas beban yang dianjurkan agar usia komponen CVT tidak cepat berkurang.
BACA JUGA:Oli Mesin Motor Tiba-Tiba Berkurang Padahal Gak Bocor, Ini Biang Keladinya
BACA JUGA:Posisi Klasemen Digeser Jorge Martin, Marc Marquez Siap Bikin Kejutan di MotoGP Jepang 2026
Hindari Kebiasaan Hentak Gas
Gaya berkendara juga berpengaruh terhadap kondisi v-belt. Kebiasaan membuka gas secara mendadak dari posisi diam membuat kerja CVT berubah secara cepat dan dapat meningkatkan beban pada komponen penerus tenaga.
Untuk penggunaan harian, pembukaan gas secara bertahap membuat perpindahan rasio CVT berlangsung lebih halus.