MOTOREXPERTZ.COM -- Motor listrik tidak memiliki mesin pembakaran seperti motor bensin, tetapi tetap mempunyai komponen utama yang bertugas menghasilkan tenaga untuk menggerakkan roda.
Salah satunya adalah dinamo atau motor penggerak yang mengubah energi listrik dari baterai menjadi energi mekanis berupa putaran.
Ketika arus listrik dialirkan ke kumparan, medan magnet terbentuk dan menghasilkan gerakan rotasi pada bagian penggerak.
Putaran tersebut kemudian diteruskan ke roda, baik secara langsung maupun melalui mekanisme transmisi sesuai desain motor listrik yang digunakan.
BACA JUGA:Banyak yang Belum Tahu, Ternyata Ada Komponen di Yamaha NMAX yang Wajib Rutin Dicek
BACA JUGA:Penting Buat Pemilik Motor Listrik, Begini Cara Mengenali Kelistrikan yang Mulai Bermasalah
Dinamo Motor Listrik Bisa Bertahan hingga 15 Tahun
Dinamo motor listrik disebut memiliki usia pakai yang panjang dan dapat bertahan hingga 15 tahun.
Bagian kumparan dan magnet menjadi komponen yang relatif awet karena sistem penggeraknya tidak menggunakan gesekan seperti pada sejumlah komponen mekanis konvensional.
Meski begitu, usia tersebut bukan berarti seluruh bagian di dalam dinamo bebas dari perawatan.
Komponen pendukung seperti bearing dan seal tetap dapat mengalami keausan seiring pemakaian sehingga kondisinya perlu diperiksa secara berkala.
BACA JUGA:Awas Jebol! Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Bikin Dinamo Motor Listrik Cepat Rusak
BACA JUGA:Yamaha Ajak Pelajar Jabodetabek Seru-seruan di Event Break Time Bareng AEROX
Seal Dinamo Jangan Sampai Getas
Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah seal pada area dinamo. Komponen berbahan karet ini berfungsi membantu mencegah air, debu, dan kotoran masuk ke bagian dalam sistem penggerak.
Jika seal mulai mengeras, retak, atau rusak, perlindungannya dapat berkurang dan air berpotensi masuk ke dinamo.
Kondisi tersebut semakin perlu diperhatikan jika motor sering digunakan melewati hujan atau genangan air.