MOTOREXPERTZ.COM -- Pengalaman Jorge Martin dalam perebutan gelar MotoGP menjadi salah satu modal penting yang dibawanya ke persaingan musim 2026.
Pembalap Aprilia Racing tersebut pernah merasakan kegagalan ketika bersaing dengan Francesco Bagnaia pada 2023, sebelum akhirnya bangkit dan merebut mahkota juara dunia pada 2024.
Kala itu, Martin menjadi pembalap tim independen pertama di era MotoGP yang berhasil meraih gelar kelas premier, setelah mengumpulkan 16 podium dan tujuh kemenangan Sprint.
Pengalaman menghadapi situasi tersebut kini dinilai bisa membantunya ketika tekanan perebutan titel kembali meningkat.
BACA JUGA:Fahmi Basam Juara Nasional Lagi, Yamaha Masih Berpeluang Tambah Gelar di Seri Pamungkas MRS 2026
BACA JUGA:Ramadhipa Kejar Papan Atas Moto3 Junior 2026, Dua Race Aragon Jadi Kesempatan Pangkas Jarak Poin
Pembalap Aprillia Racing, Jorge Martin--Aprilia
Dua Pengalaman yang Jadi Modal Martin
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, melihat ada dua pengalaman penting yang membuat Martin memiliki referensi lebih banyak dibandingkan Marco Bezzecchi.
Menurutnya, Martin sudah mengetahui rasanya menjadi juara sekaligus kehilangan kesempatan meraih gelar setelah melewati persaingan panjang.
"Jorge memiliki dua keuntungan besar. Menurut saya, sejarah sudah membuktikannya," buka Rivola kepada Sky Italia.
"Jorge memiliki dua keuntungan besar dibandingkan Marco: pertama, dia pernah memenangkan Kejuaraan Dunia, dan kedua, dia pernah kalah dalam perebutan gelar," ujar Rivola.
BACA JUGA:ALVA Genjot Ekosistem Motor Listrik, Pabrik Cikarang Bisa Produksi 100 Ribu Unit Setahun
BACA JUGA:Serunya ULTIMA FAMILY PICNIC, Yamaha Ajak Pengguna GEAR ULTIMA Piknik Bareng Keluarga
Pengalaman Perebutan Gelar Tidak Bisa Dipelajari dari Teori
Rivola menilai pengalaman menghadapi tekanan perebutan gelar merupakan sesuatu yang hanya dapat diperoleh melalui kompetisi secara langsung.
Martin sudah melewati dua situasi berbeda, sehingga memiliki gambaran mengenai tantangan yang muncul ketika harus mempertahankan posisi dalam persaingan menuju akhir musim.