MOTOREXPERTZ.COM -- Pekan lalu di Spielberg benar-benar jadi mimpi buruk buat Raúl Fernández. Saat pembalap Aprilia lainnya tampil kencang di barisan depan, rider asal Madrid ini justru kerepotan sepanjang akhir pekan.
Namun, Fernández ogah berlama-lama meratapi nasib dan memilih fokus penuh menghadapi Seri Motegi, Jepang.
Meski karakter sirkuit Motegi di atas kertas kurang ramah untuk RS-GP, performa solid Aprilia sepanjang musim ini bikin Fernández optimistis tetap bisa merangsek ke barisan depan.
Target Utama Amankan Q2
Fernández sudah memasang target jelas agar tak mengulangi hasil buruk di GP Austria. Fokus utamanya sejak sesi latihan bebas Jumat adalah langsung menembus kualifikasi kedua (Q2) dan cepat beradaptasi dengan karakter ban belakang baru.
"Tujuan pertama jelas harus langsung tembus Q2, sekaligus memahami karakter ban belakang yang beda total dari musim lalu. Di sini kita dapat dua opsi tipe ban, jadi krusial banget buat paham karakternya sebelum masuk ke hari Sabtu," ungkap Fernández.
Fokus utamanya sejak sesi latihan bebas Jumat adalah langsung menembus kualifikasi kedua (Q2) dan cepat beradaptasi dengan karakter ban belakang baru--Gold and Goose
BACA JUGA:Raul Fernandez Raih Kemenangan di MotoGP Inggris 2026, Aprilia Sapu Bersih Podium
Waspadai Ancaman KTM
Di sisi lain, Fernández tak memungkiri ancaman besar dari kubu KTM, terutama Pedro Acosta yang tampil makin menggila di beberapa balapan terakhir.
Menurut dia, kombinasi karakter pengereman Acosta dan alokasi ban hard casing dari Michelin bikin KTM sangat tangguh di trek tipikal stop-and-go.
"Acosta luar biasa di tiga balapan terakhir dan pasti bakal ganas lagi di sini, terutama di area pengereman keras. Tapi jujur, saya lebih pilih fokus ke dapur sendiri. Motegi jadi momentum bagus buat kita evaluasi dan nyari ekstra grip saat akselerasi," tambahnya.
Mengenai alokasi ban yang menggunakan carcass atau lapisan keras yang bakal dipakai pekan ini, Fernández mengaku santai.
BACA JUGA:Raul Fernandez Resmi Bertahan di Trackhouse hingga 2028, Siap Hadapi Era Baru MotoGP
Sebab, karakter ban ini sempat membawanya tampil kencang di Thailand, meski melempem di Austria karena masalah penyaluran tenaga motor. Karena semua pembalap menghadapi kendala yang sama, ia yakin Aprilia punya peluang besar untuk bangkit di Motegi.
"Soal alokasi ban carcass untuk Motegi, tantangannya memang beda karena ada titik pengereman berat. Tapi di Thailand, saya merasa sangat kompetitif menggunakan ban ini. Di Austria kemarin saya tampil kurang oke bukan semata karena ban, melainkan saya belum ketemu feeling yang pas pada akselerasi motor," jelasnya.
"Lagipula, saya rasa pilihan ban ini bakal dirasakan sama oleh semua pembalap. Jadi ketimbang pusing memikirkan orang lain, saya cuma mau fokus pada diri sendiri dan melihat apakah kami bisa menemukan peningkatan pada sektor akselerasi," pungkas Raúl optimistis.