Sering Gonta-Ganti Merek Oli Motor, Aman atau Malah Bikin Mesin Bermasalah?

Sabtu 03-10-2026,20:00 WIB
Reporter : Yohanes Ishak
Editor : T. Sucipto

2. SAE

SAE menunjukkan tingkat viskositas atau kekentalan oli pada kondisi tertentu. Jika pabrikan merekomendasikan 10W-30, misalnya, sebaiknya gunakan viskositas tersebut atau alternatif yang memang diperbolehkan dalam buku manual.

Tidak ada alasan untuk mengganti viskositas hanya karena berpindah merek. Kebutuhan kekentalan oli berkaitan dengan desain mesin dan kondisi pengoperasiannya.

3. API Service

API Service menunjukkan klasifikasi performa oli mesin. Pastikan oli yang digunakan memenuhi standar yang dipersyaratkan pabrikan.

Pada beberapa kondisi, oli dengan klasifikasi API yang lebih baru dapat memiliki tingkat performa yang lebih tinggi, tetapi tetap harus dipastikan sesuai dengan kebutuhan mesin dan rekomendasi produsen motor.

Bagaimana Cara Aman Ganti Merek Oli?

Jika ingin mencoba merek lain, tidak perlu melakukan proses khusus yang rumit. Cukup kuras oli lama sesuai prosedur servis, gunakan oli baru dengan spesifikasi yang benar, dan isi sesuai kapasitas yang ditentukan.

BACA JUGA:Tips Knowledge: Apa Arti Kode 10W-40 pada Oli Motor?

BACA JUGA:Daimler Reitwagen, Motor Pertama di Dunia: Awal Mula Revolusi Transportasi Roda Dua

Penggantian filter oli juga dapat dilakukan sesuai interval servis atau rekomendasi pabrikan. Tidak ada keharusan mengganti filter hanya karena merek oli berubah.

Setelah itu, perhatikan kondisi motor. Jika muncul kebocoran, suara mesin yang tidak biasa, indikator peringatan menyala, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jadi, Boleh Sering Gonta-Ganti Merek Oli?

Jawabannya, boleh selama spesifikasi oli sesuai. Mesin tidak secara otomatis bermasalah hanya karena merek oli yang digunakan berubah.

Yang jauh lebih penting adalah memilih oli berkualitas, mengikuti rekomendasi pabrikan, menggunakan viskositas yang tepat, dan mengganti oli sesuai interval servis.

Jadi, jangan terpaku pada satu merek hanya karena takut mesin rusak ketika ingin mencoba produk lain. Selama standar dan spesifikasinya tepat, berpindah merek oli bukanlah masalah utama. Justru yang berisiko adalah menggunakan oli yang tidak sesuai atau membiarkannya terlalu lama tanpa diganti.

Kategori :