MOTOREXPERTZ.COM --- Motor yang tetap prima setelah digunakan selama bertahun-tahun bukan semata-mata karena kualitas komponennya.
Cara pemilik merawat dan menggunakan kendaraan juga punya pengaruh besar terhadap usia pakai mesin maupun komponen lainnya.
Menariknya, menjaga motor tetap awet tidak selalu membutuhkan perawatan mahal. Beberapa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru bisa membantu mengurangi risiko kerusakan dan menjaga performa kendaraan. Berikut lima di antaranya.
1. Parkir dengan Posisi yang Tepat
Saat motor diparkir dalam waktu lama, gunakan standar tengah jika memang tersedia dan sesuai dengan kondisi tempat parkir. Posisi ini dapat membantu motor berdiri lebih stabil dibandingkan hanya menggunakan standar samping.
Namun, penggunaan standar tengah bukan berarti otomatis membuat ban atau suspensi lebih awet secara signifikan. Yang lebih penting adalah memastikan motor diparkir di permukaan yang rata, aman, dan tidak memberikan beban atau tekanan yang tidak semestinya pada kendaraan.
BACA JUGA:Tips Knowledge: Busi Iridium vs Busi Standar, Apa Bedanya?
BACA JUGA:Tips Knowledge: Bagaimana Cara Kerja ABS pada Sepeda Motor? Simak Ulasannya
2. Rajin Membersihkan Motor
Debu, lumpur, air hujan, dan kotoran yang dibiarkan terlalu lama dapat membuat komponen tertentu lebih cepat kotor atau mengalami korosi, terutama pada bagian logam yang tidak terlindungi dengan baik.
Karena itu, cuci motor secara berkala, terutama setelah melewati jalan berlumpur atau terkena air hujan. Pastikan motor tidak dalam kondisi mesin atau komponen yang sangat panas ketika dicuci. Setelah selesai, keringkan dengan baik agar tidak banyak air tertinggal di area tertentu.
3. Gunakan BBM Sesuai Rekomendasi Pabrikan
Pemilihan bahan bakar sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan berdasarkan spesifikasi mesin dan rasio kompresinya. Jangan menganggap semakin tinggi angka oktan selalu berarti motor pasti semakin irit atau lebih bertenaga.
Bahan bakar yang sesuai membantu mesin bekerja sebagaimana karakter yang dirancang oleh pabrikan. Sebaliknya, penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai kebutuhan mesin dapat memengaruhi proses pembakaran dan respons mesin.
Selain BBM, kualitas bahan bakar dan kondisi sistem injeksi atau karburator juga ikut menentukan performa serta konsumsi bahan bakar.