Jika penggantian oli terus ditunda melewati interval yang dianjurkan, kualitas pelumas dapat menurun. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan keausan komponen mesin.
Jangan menunggu oli berubah menjadi sangat hitam atau volume berkurang untuk melakukan penggantian. Ikuti interval penggantian sesuai rekomendasi pabrikan dan sesuaikan dengan kondisi penggunaan motor.
4. Terus Menekan Rem Saat Turunan
Menahan tuas rem secara terus-menerus ketika melewati turunan panjang dapat membuat sistem pengereman bekerja tanpa jeda.
Gesekan antara kampas rem dan cakram atau tromol akan menghasilkan panas. Jika suhu terlalu tinggi, performa pengereman dapat menurun.
Karena itu, saat menghadapi turunan panjang, pengendara sebaiknya mengatur kecepatan sejak awal dan memanfaatkan engine brake sesuai karakter motor. Jangan hanya mengandalkan rem secara terus-menerus.
5. Membiarkan Tekanan Ban Kurang
Tekanan ban yang terlalu rendah tidak hanya memengaruhi kenyamanan berkendara. Hambatan gulir juga dapat meningkat sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan motor. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat berkontribusi terhadap konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi.
Ban yang kurang angin juga membuat pengendalian motor berubah dan meningkatkan risiko kerusakan ban maupun pelek ketika melewati lubang atau permukaan jalan yang buruk. Karena itu, periksa tekanan ban secara rutin dan gunakan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan.
6. Sembarangan Menggunakan Sabun Saat Mencuci Motor
Tidak semua sabun cocok digunakan untuk mencuci motor. Penggunaan deterjen atau cairan pembersih yang terlalu keras secara berulang dapat memengaruhi lapisan pelindung pada permukaan cat atau komponen tertentu.
Sebaiknya gunakan sampo khusus kendaraan dan hindari menyemprotkan air bertekanan tinggi langsung ke area yang memiliki komponen kelistrikan atau bearing.
Mencuci motor dengan cara yang tepat akan membantu menjaga tampilan sekaligus mengurangi risiko masalah pada komponen tertentu.
7. Membiarkan Filter Udara Terlalu Kotor
Filter udara bertugas menyaring debu dan kotoran sebelum udara masuk ke sistem pembakaran. Jika filter sudah terlalu kotor, aliran udara dapat terganggu.
Akibatnya, performa mesin bisa menurun dan respons gas terasa kurang optimal. Pada kondisi tertentu, konsumsi bahan bakar juga dapat berubah.