MOTOREXPERTZ.COM -- Sistem pengereman belakang pada motor matic memiliki perbedaan mendasar dibandingkan motor sport atau motor bebek konvensional.
Jika motor sport umumnya menggunakan pedal rem di kaki kanan, motor matic menempatkan tuas rem belakang di sisi kiri setang.
Desain ini membuat pengendara bisa mengatur gas, rem depan, dan rem belakang menggunakan kedua tangan tanpa perlu mengoperasikan pedal kaki.
Meski posisi kendalinya berbeda, fungsi utamanya tetap sama, yaitu membantu memperlambat laju kendaraan secara terkontrol.
BACA JUGA:Balapan di Mandalika Selalu Spesial, Enea Bastianini: Fansnya Menakjubkan
BACA JUGA:MotoGP Indonesia 2026, Enea Bastianini dan Diogo Moreira Akan Melempar Helm ke Tribun Mandalika
Begini Cara Kerja Rem Belakang Motor Matic
Pada motor matic yang memakai rem tromol, tarikan tuas kiri diteruskan melalui kabel menuju mekanisme pengungkit di roda belakang.
Mekanisme tersebut mendorong kampas rem hingga menekan bagian dalam tromol untuk memperlambat putaran roda.
Sementara itu, rem cakram menggunakan tekanan hidrolik dari minyak rem yang diteruskan ke kaliper untuk menjepit piringan cakram.
Beberapa model juga dilengkapi Combi Brake System (CBS), yang membantu mengaktifkan rem depan dan belakang secara bersamaan sesuai rancangan sistemnya.
BACA JUGA:Hadirkan Kembali Helm Spesial di Mandalika, Diogo Moreira Sematkan Tema Festival Indonesia
Perbedaan Rem Matic dan Motor Sport
- Posisi kendali: Motor matic umumnya memakai tuas tangan kiri, sedangkan motor sport menggunakan pedal kaki kanan untuk rem belakang.
- Mekanisme pengereman: Rem tromol dapat menggunakan kabel mekanis, sementara rem cakram hidrolik memanfaatkan minyak rem dan kaliper.
- Kombinasi rem: Motor dengan CBS menghubungkan pengereman depan dan belakang melalui sistem tertentu, sedangkan motor tanpa fitur tersebut umumnya memiliki kendali rem yang terpisah.
- Adaptasi berkendara: Pengendara yang berpindah dari motor sport ke motor matic perlu menyesuaikan refleks agar tidak keliru mencari pedal rem belakang.
Tips Merawat Rem Belakang Motor Matic
Agar pengereman tetap optimal, periksa kondisi kampas rem secara berkala dan pastikan jarak main tuas sesuai rekomendasi pabrikan.
Perhatikan pula kondisi kabel pada rem tromol, serta volume dan kondisi minyak rem pada sistem cakram hidrolik.
Bersihkan komponen pengereman dari debu dan kotoran ketika melakukan servis, serta segera periksa jika muncul bunyi tidak biasa, tuas terasa terlalu dalam, atau daya pengereman menurun.