Selain itu, koordinasi langsung antarpersonel dapat membantu penanganan kondisi jalan yang membutuhkan perhatian segera.
Penjadwalan Diatur agar Pelayanan Tetap Berjalan
Budi menegaskan bahwa pelaksanaan Gebrak Pagi telah disusun melalui penjadwalan dan pembagian tugas.
Pengaturan tersebut diperlukan agar kegiatan pemantauan lalu lintas tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, pejabat dan petugas tetap harus menjalankan agenda kedinasan lainnya sesuai tanggung jawab masing-masing.
Dengan pembagian tugas yang terencana, program penanganan kemacetan diharapkan berjalan beriringan dengan pelayanan rutin Dishub DKI Jakarta.
BACA JUGA:Honda BeAT Meriahkan Final Honda DBL 2026 East Jakarta, WMS Hadirkan Banyak Keseruan
Dishub Ajak Masyarakat Ikut Mengurai Kemacetan
Dishub DKI Jakarta juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kelancaran lalu lintas.
Pengendara diminta mematuhi peraturan, menghindari berhenti atau parkir sembarangan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Kepatuhan pengguna jalan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran mobilitas di ibu kota.
Karena itu, pelaksanaan Gebrak Pagi tidak hanya mengandalkan kehadiran petugas, tetapi juga membutuhkan kerja sama masyarakat.
Melalui program ini, Dishub DKI Jakarta menegaskan upayanya memperkuat pengawasan dan penanganan kemacetan pada pagi hari.
Kehadiran 1.420 personel di titik prioritas diharapkan membantu menciptakan perjalanan yang lebih lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat Jakarta.