BACA JUGA:Daftar Kode Error Motor Injeksi Berdasarkan Merek, Yamaha, Honda, Suzuki, dan Kawasaki
BACA JUGA:Dari Mobil Pindah ke Motor, Suzuki Katana 2025 Diluncurkan dengan Evolusi Neo-Retro 999cc
Sementara itu, Burgman 200 berada di kisaran 30–35 km/liter, angka yang masih masuk akal untuk skutik premium bermesin besar dan nyaman dipakai jarak jauh.
Faktor yang Bikin Terasa Boros
Label boros biasanya muncul karena beberapa faktor. Pertama, bobot motor yang lebih berat membuat konsumsi BBM terasa lebih cepat habis saat dipakai stop and go.
Kedua, banyak pengguna cenderung memutar gas lebih dalam karena posisi duduk Burgman sangat nyaman, tanpa sadar bikin konsumsi BBM meningkat.
BACA JUGA:Suzuki TU250X 2025: Retro Klasik yang Kembali dengan Performa Lebih Matang
Selain itu, tekanan ban yang kurang ideal dan jarang servis CVT juga bisa bikin Burgman terasa lebih boros dari seharusnya.
Jadi, Boros atau Irit?
Kalau dibandingkan dengan skutik kecil, tentu Suzuki Burgman jelas tidak bisa dibilang paling irit. Tapi menyebutnya boros juga kurang tepat.
Suzuki Burgman menawarkan kenyamanan, kestabilan, dan torsi halus sebagai kompensasi dari konsumsi BBM yang masih tergolong efisien di kelasnya.
Jadi, Suzuki Burgman bukan motor boros, tapi motor yang punya karakter berbeda. Kalau kalian cari skutik nyaman untuk harian dan perjalanan santai, konsumsi BBM dari Suzuki Burgman masih sangat masuk akal dan layak dipertimbangkan.