BACA JUGA:Perkuat Kolaborasi Industri Berkelanjutan, Dubes Swedia Kunjungi Pabrik TVS di Karawang
Namun, ia mengaku tidak ingin anaknya mengikuti jejak sebagai pembalap, karena beratnya “beban” warisan nama besar yang ia miliki.
“Aku tidak akan menyukainya,” ungkapnya.
Ia mengaku kerap memikirkan hal itu dan merasa kasihan jika anaknya harus memikul ekspektasi besar karena nama belakang Marquez.
Meski mengakui ada keuntungan, terutama secara finansial, ia menilai kemudahan hidup justru bisa menghilangkan rasa lapar untuk berjuang.
“Menggunakan nama belakang saya sama sekali tidak akan membantu mereka. Jelas mereka akan memiliki beberapa keuntungan, misalnya secara finansial," ucap Marquez.
“Mereka tidak akan kekurangan apa pun, tetapi jika kamu tidak kekurangan apa pun, kamu tidak akan memiliki rasa lapar yang sama,” tutupnya.