MOTOREXPERTZ.COM --- Sejarah motor roda dua Honda bukan lahir dari kemewahan, tapi dari suara logam, oli, dan kegigihan seorang pria bernama Soichiro Honda.
Di Jepang pasca Perang Dunia II, saat jalanan rusak dan bahan bakar langka, mobil adalah kemewahan.
Rakyat butuh kendaraan sederhana, irit, dan bisa diandalkan. Di situlah Honda membaca peluang, bukan mimpi kosong.
Tahun 1947, Soichiro Honda mulai mengutak-atik mesin kecil bekas radio militer. Mesin itu ditempelkan ke rangka sepeda.
Bukan untuk pamer teknologi, tapi untuk bertahan hidup. Setahun kemudian, lahirlah Honda Motor Co., Ltd. dan motor pertama mereka, Honda Type A. Mesinnya kecil, tapi idenya besar: mobilitas untuk semua orang.
Langkah brutal Honda terjadi pada 1949 saat meluncurkan Honda Dream D-Type. Ini bukan lagi sepeda bermesin, tapi motor sungguhan.
Rangka baja, mesin dua tak, dan desain rapi. Nama "Dream" bukan sekadar gimmick, tapi pernyataan sikap. Honda tidak sekadar ingin ikut pasar, mereka ingin memimpin.
Titik balik dunia datang pada 1958 lewat Honda Super Cub. Motor ini mengubah segalanya.
Mesin 50cc, kopling otomatis, irit, awet, dan ramah siapa saja. Dari petani, pekerja kantoran, hingga kurir, semua bisa naik Super Cub tanpa takut ribet. Inilah motor roda dua paling laris sepanjang sejarah dunia, dan sampai hari ini masih diproduksi.
Honda tidak berhenti di jalanan. Mereka masuk balap, bukan untuk gaya, tapi pembuktian. Filosofinya sederhana: apa yang menang di sirkuit, harus kuat di jalan raya. Dari sana lahir DNA performa Honda yang terkenal tahan banting tapi tetap halus.
Masuk era 1960–1970-an, Honda mengguncang dunia dengan mesin empat silinder yang revolusioner. Saat kompetitor masih bermain aman, Honda datang dengan teknologi berani. CB series lahir, menggabungkan kecepatan, keandalan, dan kenyamanan. Dunia motor berubah standar.