Keempat, ban dan sistem pengereman diabaikan. Ban yang terlalu lama menahan beban bisa berubah bentuk, sementara rem bisa lengket karena lembap dan kotoran.
Dampak yang Sering Baru Disadari Belakangan
Saat motor akhirnya dipakai, masalah langsung muncul. Mesin terasa berat, starter lemah, rem seret, atau bahkan motor sulit hidup. Biaya perbaikan pun sering kali lebih mahal dibanding perawatan rutin sederhana. Ironisnya, semua ini terjadi justru karena motor terlalu jarang digunakan.
BACA JUGA:Viral! Akhir Pekan, Komunitas Motor Kurcaci Asyik Touring dan Sunmori
BACA JUGA:Jarak Tempuh Bukan Patokan! Yuk Kenali Ciri-ciri Motor Sudah Minta Ganti Oli
Solusi Sederhana Tapi Sering Dilupakan
Gunakan motor minimal 2–3 kali seminggu meski hanya jarak dekat. Biarkan mesin bekerja sampai suhu normal agar oli dan komponen lain berfungsi optimal.
Tetap ganti oli sesuai waktu, bukan cuma jarak tempuh, dan cek kondisi aki secara berkala.
Motor jarang dipakai bukan jaminan awet. Tanpa perawatan yang tepat, motor justru lebih cepat rusak.
Merawat motor bukan soal sering atau jarang dipakai, tapi soal konsistensi. Sedikit perhatian rutin jauh lebih murah daripada perbaikan besar di kemudian hari.