JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM -- Kebiasaan membonceng anak di bagian depan pengendara motor masih menjadi pemandangan umum yang sering kita jumpai di jalan raya.
Padahal, tindakan ini menyimpan risiko fatal yang sering disepelekan orang tua.
Risiko Membonceng Anak di Depan Pengendara
Memosisikan anak di depan pengendara, meskipun menggunakan kursi rotan tambahan, sangat tidak dianjurkan karena alasan berikut:
1. Terpapar angin dan polusi
Anak yang berada di depan langsung terkena angin, debu, dan polusi. Tubuh mereka yang kecil lebih rentan sakit dibanding orang dewasa, apalagi jika dijadikan tameng untuk pengendara.
BACA JUGA:Jadi Motor Listrik Favorit Gen Z, Polytron Raih Penghargaan di YCA 2026
2. Kesulitan berpegangan
Di depan motor, anak tidak memiliki pegangan yang aman. Ini membuat keseimbangan mereka terganggu, terutama saat motor bermanuver atau berhenti mendadak.
3. Mengganggu Konsentrasi Berkendara
Anak cenderung aktif memainkan tombol-tombol di motor. Seperti memencet klakson, lampu sein, atau bahkan menggerakkan handle gas tanpa sengaja, yang berpotensi membahayakan pengendara dan pengguna jalan lain.
4. Risiko kecelakaan lebih tinggi
Jika terjadi kecelakaan atau pengereman mendadak, anak yang berada di depan berisiko paling besar terhantam setang atau terpental keluar motor.
BACA JUGA:Hadir di IIMS 2026, Motul Bakal Rilis Produk Baru dan Tebar Diskon Gede-gedean
Tips Aman Membonceng Anak
Untuk meminimalkan risiko kecelakaan, berikut adalah langkah-langkah safety riding yang wajib dipatuhi orang tua:
1. Posisi Duduk di Belakang